TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Bawaslu Kabupaten Takalar menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif di Media Center Bawaslu Takalar pada Rabu, (20/5/2026).
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mendiskusikan berbagai gagasan dan rencana partisipasi masyarakat dalam menyongsong Pemilu 2029.
Kegiatan yang diawasi pendidikan secara daring dengan metode LMS sejak 13-19 Mei 2026, dilanjutkan pertemuan tatap muka hari ini menjadi ruang edukasi sekaligus forum dialog bagi peserta untuk memahami pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Para peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat menyampaikan pandangan terkait peran generasi muda, komunitas lokal, serta pemanfaatan media digital dalam mendukung pengawasan tahapan pemilu di masa mendatang.
Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan pengawas partisipatif merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran publik terhadap pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi.
“Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing, sejak dini kita harus mempersiapkan lahan dan memanamkan nilai demokrasi yang baik kepada generasi muda kader pengawasan, agar kedepan kita dapat memanen hasil demokrasi yang semakin baik,” ujarnya.
Ketua Bawaslu Takalar, Nellyati berharap pasca kegiatan ini akan lahir kegiatan mandiri dari peserta P2P Takalar yang dapat berkontribusi menjaga demokrasi dengan pengawasan partisipatif yang efektif.
Diketahui Narasumber pada kegiatan ini yakni Nellyati, Ince Hadiy Rachmat dan Zahlul Padil yang merupakan Pimpinan Bawaslu Takalar yang didampingi oleh Fasilitor dari Pegawai Sekretariat Bawaslu Takalar.
Dalam sesi diskusi, peserta juga membahas tantangan pengawasan pemilu ke depan, termasuk penyebaran informasi hoaks, politik uang, dan pentingnya literasi digital dalam menghadapi dinamika politik menjelang Pemilu 2029.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai usulan program edukasi dan kolaborasi antara masyarakat dan penyelenggara pemilu.
















