KALTIM | KHATULISTIWA.MEDIA – Ratusan demonstran menerobos masuk ke halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (21/10/2026). Aksi tersebut sempat diwarnai gesekan fisik antara massa demonstran dan petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.
Ketegangan sempat terjadi ketika massa berupaya masuk ke halaman kantor gubernur. Situasi kemudian mereda setelah dilakukan negosiasi antara demonstran dan petugas. Setelah tercapai kesepakatan, mobil komando massa aksi diizinkan masuk ke halaman kantor, sehingga demonstrasi kembali dilanjutkan dengan penyampaian orasi.
Dalam aksi tersebut, demonstran mendesak Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud untuk keluar dan menemui mereka secara langsung. Massa menyatakan akan tetap bertahan di lokasi hingga memperoleh kejelasan dan respons atas tuntutan yang mereka sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, terdapat sejumlah tuntutan yang disuarakan massa. Di antaranya mendesak audit terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mempersoalkan dugaan dinasti politik. Massa juga menyoroti kebijakan anggaran renovasi rumah dinas gubernur senilai Rp25 miliar dan pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar.
Selain itu, demonstran meminta DPRD Kalimantan Timur menjalankan fungsi pengawasan secara independen terhadap kebijakan pemerintah provinsi. Mereka menilai transparansi penggunaan anggaran dan pengawasan legislatif menjadi hal penting untuk memastikan kebijakan pemerintah berpihak pada kepentingan masyarakat.
Hingga aksi berlangsung, massa masih mendesak adanya penjelasan langsung dari gubernur terkait sejumlah persoalan yang mereka angkat. Perkembangan lebih lanjut mengenai respons Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap tuntutan demonstran masih perlu dikonfirmasi.
