JAKARTA | KHATULISTIWA.MEDIA – Pemerintah terus mendorong pembangunan ekosistem perlindungan sosial sepanjang hayat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut mencakup berbagai aspek kebutuhan dasar, mulai dari pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan hunian yang layak.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang aman dan layak.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, turun langsung meninjau pelaksanaan program bedah rumah di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan program perbaikan rumah berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima bantuan.
Pemerintah menargetkan program bedah rumah mencapai 400.000 unit sepanjang tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari agenda peningkatan kualitas permukiman dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak keluarga yang dapat menempati rumah layak huni, sehingga kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
Pembangunan ekosistem perlindungan sosial sepanjang hayat diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga menghadirkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan, termasuk akses terhadap tempat tinggal yang layak.
















