GORONTALO | KHATULISTIWA.MEDIA – Tambang Emas Pani yang berlokasi di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, mencatat peningkatan sumber daya mineral dengan kadar emas rata-rata mencapai 0,75 gram per ton (g/t). Peningkatan tersebut setara dengan sekitar 7 juta ounces emas, yang semakin memperkuat posisi proyek ini sebagai salah satu aset tambang emas potensial di Indonesia, Sabtu (30/05/2026).
Estimasi sumber daya mineral tersebut berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare yang merupakan bagian dari wilayah konsesi Perseroan dengan total luas mencapai 14.670 hektare. Luasnya area konsesi memberikan peluang bagi penambahan sumber daya melalui kegiatan eksplorasi lanjutan.
Untuk mendukung pengembangan proyek, Perseroan juga akan memperluas program eksplorasi dengan memulai kegiatan pengeboran di Lone Pine pada semester II 2026. Selain itu, survei geofisika menggunakan metode Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 guna mengidentifikasi potensi mineralisasi baru di wilayah tersebut.
Melalui rangkaian program eksplorasi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, berpeluang meningkatkan sumber daya emas yang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 7 juta ounces.
Di sisi lain, aktivitas pengeboran juga dilakukan pada prospek Kolokoa yang berada di dekat area konsesi Tambang Emas Pani, Kecamatan Marisa. Lokasi ini dinilai memiliki potensi strategis untuk mendukung pengembangan tambang dalam jangka panjang.
Dikutip dari Investortrust.id, April 2026, Direktur Utama Boyke Poerbaya Abidin menyatakan Prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani.
















