PAREPARE | KHATULISTIWA.MEDIA – Kekecewaan mendalam dirasakan seorang suporter emak-emak PSM Makassar yang rela menempuh perjalanan jauh dari Kabupaten Takalar menuju Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, demi memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaannya.
Namun, perjuangan dan harapannya untuk menyaksikan Pasukan Ramang meraih kemenangan justru berakhir dengan kekecewaan. PSM Makassar harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 0-1 dalam lanjutan kompetisi Super League, Sabtu (31/10/2026).
Usai pertandingan, suporter perempuan tersebut tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Ia bahkan secara terbuka menyampaikan kritik kepada pelatih PSM Makassar, khususnya terkait keputusan pergantian pemain yang dinilainya terlambat.
Menurutnya, sejumlah pemain PSM sudah terlihat kelelahan di lapangan. Namun, pelatih dinilai belum memaksimalkan pemain cadangan untuk melakukan penyegaran permainan.
“Saya dari Takalar mendukung PSM. Tanya itu pelatihnya, ganti pemain yang capek. Kasihan PSM ta, banyaknya cadangan, nda mau naganti,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan suporter yang rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk datang langsung ke stadion, tetapi harus menyaksikan tim kesayangannya gagal meraih hasil positif.
Kritik tersebut juga menjadi gambaran besarnya harapan suporter terhadap PSM Makassar. Dukungan yang diberikan dari tribun stadion tentu dibarengi keinginan melihat tim tampil maksimal dan mampu bersaing untuk meraih kemenangan.
Kekalahan dari Madura United pun menyisakan pekerjaan rumah bagi PSM, termasuk evaluasi strategi permainan dan efektivitas pergantian pemain dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
















