BANDUNG | KHATULISTIWA.MEDIA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat tata kelola penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar semakin tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut berlangsung di Bandung, Jumat (31/7/2026).
FGD ini dihadiri langsung oleh Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama jajaran Anggota Komite BPH Migas, yakni Arief Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Erika Retnowati, Fathul Nugroho, Harya Adityawarman, dan Hasbi Anshory.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur BBM BPH Migas Chrisnawan Anditya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Keuangan dan Umum PT KAI (Persero) Indarto Pamoengkas, serta perwakilan dari Kementerian Perhubungan.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara BPH Migas, PT KAI, dan para pemangku kepentingan dalam memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, diskusi juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengawasan distribusi BBM bersubsidi guna mendukung pelayanan transportasi yang andal dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BPH Migas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tata kelola energi nasional yang lebih baik, sehingga penyaluran BBM bersubsidi benar-benar dimanfaatkan oleh sektor yang berhak dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
















