TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Rentetan aksi teror yang diduga dilakukan oleh sekelompok geng motor kembali meresahkan masyarakat Kabupaten Takalar. Dalam beberapa hari terakhir di bulan Juni 2026, warga di sejumlah wilayah mengaku menjadi sasaran aksi brutal, mulai dari pelemparan batu, intimidasi dengan senjata tajam, hingga serangan panah busur.
Peristiwa pertama dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 04.00 WITA (07/06/2026). Sekelompok orang yang diduga merupakan anggota geng motor, dengan jumlah diperkirakan mencapai puluhan orang, melakukan konvoi dan diduga melempari sebuah ruko di sekitar Puskesmas Bulukunyi Kecamatan Polongbangkeng Selatan.
Hasil penelusuran Tim Media Khatulistiwa mengungkap bahwa warga di sekitar Jalan Poros Bulukunyi kembali melihat rombongan serupa melintas pada Selasa malam (09/06/2026). Konvoi dengan jumlah besar itu disebut bergerak di jalur yang sama dan kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Teror juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Mangarabombang pada Senin malam (08/06/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekelompok orang yang diduga merupakan geng motor membawa senjata tajam jenis parang dan melakukan penembakan panah busur. Salah satu anak panah dilaporkan menghantam sebuah Toko Bugis yang berada di dekat SPBU Tepo.
Rangkaian peristiwa yang terjadi di waktu dan lokasi berbeda tersebut memunculkan dugaan bahwa aksi para pelaku tidak dilakukan secara spontan. Pola waktu, rute perjalanan, serta cara mereka bergerak secara berkelompok dinilai memiliki kemiripan yang mengarah pada adanya pengaturan yang sistematis dan terstruktur.
Hingga berita kedua ini diterbitkan, beredar unggahan di akun Facebook @bang gali lnd yang menuliskan keterangan, “Kejadian tadi malam di warung sari laut Kota Takalar. Niatnya cuma main-main, endingnya teman sendiri kena busur, plot twist tidak terduga.” Menampilkan dua pelaku dalam posisi jongkok dengan kondisi tertangkap.
Catatan: Informasi di atas merupakan hasil penelusuran dan keterangan warga di lapangan. Dugaan keterlibatan geng motor serta adanya pola aksi yang terstruktur.
Publik berharap Kepolisian Resor Takalar dapat mengungkap benang merah yang menghubungkan setiap rangkaian peristiwa tersebut. Selain mengidentifikasi modus operandi para pelaku, penyidik juga diharapkan mampu mengungkap kemungkinan adanya penyertaan, kamis (11/06/2026).
