Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
EkonomiInternasionalNasionalNews

Rupiah Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Rp17.735

1
×

Rupiah Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Rp17.735

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan kekuatan pada perdagangan Senin (31/8/2026). Mata uang Negeri Paman Sam tersebut bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua pekan terakhir, sementara tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda.

Dilansir dari sejumlah sumber pada Senin (31/8/2026), nilai tukar 1 dolar AS sempat menyentuh Rp17.735. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa dolar masih memiliki daya tarik kuat di tengah dinamika pasar keuangan global.

Banner

Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah masih tingginya imbal hasil surat utang pemerintah AS. Kondisi tersebut membuat aset-aset berdenominasi dolar tetap menarik bagi investor karena menawarkan tingkat imbal hasil yang kompetitif.

Situasi ini turut memengaruhi arus modal investor AS yang berada di kawasan Asia. Sebagian investor disebut kembali mengarahkan dananya ke pasar domestik Amerika Serikat, sehingga tekanan terhadap mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah, masih terasa.

Meski rupiah sempat menunjukkan penguatan pada perdagangan sebelumnya, pelemahan dolar belum sepenuhnya terjadi. Pergerakan nilai tukar masih sangat dipengaruhi sentimen global, terutama arah imbal hasil obligasi AS dan keputusan investor dalam menempatkan dananya.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, rupiah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) berhasil menguat 0,29 persen atau 51 poin ke level Rp17.693 per dolar AS.

Penguatan tersebut menunjukkan bahwa mata uang Garuda masih memiliki daya tahan di tengah tekanan eksternal. Bahkan, pergerakan rupiah sepanjang perdagangan tercatat relatif kuat dibandingkan dinamika sejumlah mata uang di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Namun, level Rp17.700-an tetap menjadi perhatian pasar. Kembali menguatnya dolar hingga menyentuh Rp17.735 menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih terbuka dan pasar masih menunggu arah kebijakan moneter serta perkembangan imbal hasil surat utang AS.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah pada awal pekan diperkirakan masih akan berlangsung dinamis. Investor akan mencermati apakah rupiah mampu mempertahankan penguatan atau kembali menghadapi tekanan dari menguatnya dolar AS.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *