Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomiHukumNewsPendidikanPolitik

Peringati Sumpah Pemuda, HMI Hukum 45 Bosowa Makassar Turun ke Jalan, Desak Penegakan Hukum Tanpa Intervensi

5
×

Peringati Sumpah Pemuda, HMI Hukum 45 Bosowa Makassar Turun ke Jalan, Desak Penegakan Hukum Tanpa Intervensi

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum 45 Bosowa Cabang Makassar turun langsung ke jalan dengan menggelar aksi di kawasan Flyover Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar.

Dalam aksi tersebut, HMI menegaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Peringatan bersejarah itu harus menjadi titik pengingat bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mengawal demokrasi, memperjuangkan keadilan, serta melawan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Banner

Melalui seruan yang disampaikan dalam poster aksi, HMI Komisariat Hukum 45 Bosowa Cabang Makassar menyuarakan sejumlah persoalan mendasar bangsa, mulai dari penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia (HAM), pemerataan pendidikan, hingga pengawasan terhadap kebijakan publik.

HMI juga menyampaikan pesan ideologis yang menjadi penegasan identitas perjuangan mahasiswa: “Secara biologis darah saya adalah merah dan secara intelektual darah saya adalah hijau.”

Pesan tersebut mengiringi seruan agar mahasiswa tetap menjaga idealisme, keberanian, dan tanggung jawab moral dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.

Desak Penindakan Tegas Penyalahgunaan Kekuasaan

Dalam tuntutannya, HMI menyoroti pentingnya penindakan tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Aparat penegak hukum didesak menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berlandaskan peraturan perundang-undangan. Penegakan hukum, menurut seruan HMI, tidak boleh tunduk pada jabatan, kepentingan kelompok, maupun tekanan politik.

Mahasiswa menilai bahwa supremasi hukum merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran harus ditangani secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penegakan Hukum dan HAM Harus Bebas Intervensi

Selain persoalan penyalahgunaan kekuasaan, HMI menuntut penegakan hukum dan perlindungan HAM yang adil, transparan, serta bebas dari intervensi politik.

Menurut seruan tersebut, negara hukum harus menjamin persamaan kedudukan setiap warga negara di hadapan hukum tanpa membedakan latar belakang, jabatan, maupun kekuatan politik.

Perlindungan HAM juga dinilai tidak boleh berhenti pada aturan tertulis, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum.

Pendidikan Merata, Hak Anak Bangsa Tak Boleh Terabaikan

Di sektor pendidikan, HMI menyoroti masih pentingnya pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Kondisi ekonomi dan keterbatasan geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

HMI mendorong pemerintah memastikan kebijakan pendidikan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil, termasuk kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas dan layanan pendidikan.

Kawal Kebijakan Publik, Lawan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

HMI juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kebijakan publik agar setiap keputusan pemerintah benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menjadi persoalan yang harus terus mendapat perhatian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mahasiswa dan pemuda dinilai memiliki peran strategis sebagai bagian dari kontrol sosial untuk mengawasi jalannya pemerintahan, menyampaikan kritik, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan kebijakan.

Bagi HMI, sikap kritis mahasiswa merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Kritik terhadap kebijakan publik harus menjadi ruang evaluasi agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sesuai kepentingan rakyat.

Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremoni

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum bagi HMI Komisariat Hukum 45 Bosowa Cabang Makassar untuk kembali menegaskan komitmen terhadap persatuan, keadilan, demokrasi, dan kedaulatan rakyat.

Melalui aksi di Flyover Jalan Urip Sumoharjo, HMI mengajak generasi muda agar tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan bangsa. Pemuda dan mahasiswa diharapkan berani menyuarakan aspirasi, mengawasi kebijakan pemerintah, serta berkontribusi dalam memperjuangkan kehidupan berbangsa yang lebih adil.

Semangat Sumpah Pemuda, dalam pandangan HMI, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, keberanian menjaga idealisme, dan konsistensi memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Pesan yang menjadi penegasan dalam aksi tersebut adalah: “Pemuda Bersatu, Rakyat Berdaulat, Indonesia Maju.”

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *