JAKARTA | KHATULISTIWA.MEDIA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas resmi membuka pendaftaran Program Pengawal Energi 2026.
Program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan di seluruh Indonesia.
Melalui program tersebut, sebanyak 3.679 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi sasaran pengawasan. Langkah ini bertujuan memastikan penyaluran BBM berjalan lebih transparan, tepat sasaran, serta meminimalkan potensi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Dalam pelaksanaannya, Program Pengawal Energi 2026 menyediakan 108 posisi, yang terdiri atas 100 Verifikator Lapangan dan 8 Analis. Para peserta yang lolos seleksi diharapkan dapat mendukung proses pengawasan distribusi BBM sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Program ini terbuka bagi lulusan sarjana (S1) atau diploma empat (D4) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75, serta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.
Pendaftaran dibuka hingga 1 November 2026 pukul 23.59 WIB. Sementara itu, pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 3 November 2026.
Calon peserta yang berminat dapat mengakses informasi dan melakukan pendaftaran melalui laman resmi PEM Akamigas di:
https://akamigas.ac.id/pengawalenergi
Program Pengawal Energi 2026 diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memperkuat pengawasan distribusi energi nasional, sekaligus mendukung penyaluran BBM bersubsidi agar lebih transparan dan tepat sasaran.
Masyarakat yang ingin mengikuti program ini diimbau memperhatikan persyaratan, jadwal pendaftaran, serta tahapan seleksi melalui kanal resmi penyelenggara.
