SURABAYA | KHATULISTIWA.MEDIA, – Di tengah dinamika jelang Muktamar NU ke-35 yang mulai menghangat, Majelis Alumni (MA) IPNU memilih menghadirkan suasana berbeda. Lewat gelaran istigosah dan nonton bareng (Nobar) Piala Dunia 2026, MA IPNU ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi kader dan warga Nahdliyin.
Ketua Umum PP MA IPNU, KH Asrorun Ni’am Sholeh, mengatakan sepak bola dipilih karena memiliki kekuatan menyatukan banyak kalangan tanpa melihat latar belakang kelompok maupun pilihan.
Namun, kata dia, konsep yang dihadirkan bukan sekadar Nobar biasa.
“Kita ingin memberikan tontonan yang khas IPNU dan Nahdlatul Ulama. Bukan Nobar biasa. Yang paling berkesan yakni pelaksanaan istigosah sebelum peluit wasit dibunyikan,” ujar KH Asrorun Ni’am, Kamis (2/7/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Ni’am itu menjelaskan, kegiatan Nobar dan istigosah akan digelar di lima wilayah, yakni NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut juga memiliki makna tersendiri karena merupakan daerah kandidat tuan rumah Muktamar NU hasil musyawarah para kiai dalam Munas Ulama di Ponpes Al Falah Ploso, Kediri.
“Kita menghormati keputusan para kiai. Karena itu Nobar Piala Dunia ini digelar di daerah-daerah calon lokasi Muktamar,” katanya.
Tak hanya untuk kader aktif dan alumni IPNU, kegiatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum dan para pecinta sepak bola.
“Ayo semua penggila bola di tanah air silakan datang di lokasi Nobar MA IPNU di daerah-daerah. Info lebih lanjut bisa melalui MA IPNU setempat,” ujarnya.
Di tengah kontestasi menuju Muktamar NU, MA IPNU berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang silaturahmi sekaligus pendingin suasana di internal organisasi.
Mas Ni’am juga mengingatkan bahwa banyak kader IPNU saat ini memegang peran penting di tubuh NU.
“Kita mewakafkan 85 kader yang saat ini menjadi Ketua PCNU se-Indonesia. Mereka pemilik suara. Yuk berikan kesejukan menjelang Muktamar,” tegas sosok yang juga menjabat Ketua MUI itu.
Agenda Istigosah dan Nobar Piala Dunia 2026 ini dijadwalkan berlangsung mulai 5 Juli hingga partai final pada 20 Juli 2026 yang akan digelar di Kantor PBNU.
















