DaerahNasionalNews

Mutasi Besar Kapolri di Sulsel, 14 Kapolres Berganti, Dipimpin Wajah Baru

14

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali mengguncang jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dengan melakukan mutasi besar-besaran terhadap 14 Kapolres dan Kapolresta di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 hingga ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026.

Mutasi itu tidak sekadar pergantian jabatan biasa. Sejumlah wilayah yang selama ini menjadi sorotan publik terkait dugaan mafia BBM subsidi, narkotika, korupsi proyek hingga konflik sosial, kini resmi dipimpin wajah baru.

Pergantian paling menyita perhatian terjadi di sejumlah daerah strategis seperti Gowa, Pangkep, Sidrap, Bone, Palopo hingga Bulukumba.

Berikut daftar lengkap pejabat lama dan pejabat baru Kapolres jajaran Polda Sulsel:

Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dimutasi menjadi Kapolres Majalengka Polda Jawa Barat. Posisi strategis tersebut kini diisi AKBP Muh Yusuf Usman yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubbagren Bagrenmin Korsabhara Baharkam Polri.

Di Kabupaten Bone, AKBP Sugeng Setio Budhi dimutasi menjadi Kabagwatpers Ro SDM Polda Sulsel. Kursi Kapolres Bone kini ditempati AKBP Astoto Budi Rahmantyo yang sebelumnya menjabat Kapolres Keerom Polda Papua.

AKBP Muhammad Rosid Ridho yang sebelumnya menjabat Kapolres Wajo dimutasi menjadi Kabagada Rolog Polda Jawa Tengah. Jabatan Kapolres Wajo kini dipercayakan kepada AKBP Douglas Mahendrajaya yang sebelumnya menjabat Kapolres Maros.

Sementara itu, kursi Kapolres Maros kini ditempati AKBP Devi Sujana, mantan Kasatreskrim Polrestabes Makassar, setelah AKBP Douglas Mahendrajaya digeser ke Wajo.

Di Kabupaten Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira dimutasi menjadi Kabagwatpers Ro SDM Polda Jawa Tengah. Posisi Kapolres Bantaeng kini diisi AKBP Andi Mayasari Patongai dari Ditbinmas Polda DIY.

Pergantian juga terjadi di Polres Bulukumba. AKBP Restu Wijayanto dimutasi menjadi Kasubbag BI Bagjatranin Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri. Jabatan tersebut kini dijabat AKBP Stephanus Luckyto Andry Wicaksono yang sebelumnya memimpin Polres Toraja Utara.

Sedangkan kursi Kapolres Toraja Utara kini ditempati AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat yang sebelumnya bertugas di Polda Sumatera Utara.

AKBP Dedi Surya Dharma yang sebelumnya menjabat Kapolres Palopo dimutasi menjadi Wadirsamapta Polda Sulsel. Jabatan Kapolres Palopo kini dipercayakan kepada AKBP Arvin Hariyadi dari Polda DIY.

Di Kabupaten Pangkep, AKBP Muhammad Husni Ramli dimutasi menjadi Kasubbagrenmin Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Posisi Kapolres Pangkep kini diisi AKBP Aditya Pradana yang sebelumnya menjabat Kapolres Soppeng.

Mutasi silang juga terjadi antara Polres Soppeng dan Enrekang. AKBP Aditya Pradana bergeser ke Pangkep, sementara penggantinya di Soppeng yakni AKBP Hari Budiyanto yang sebelumnya menjabat Kapolres Enrekang.

Sedangkan jabatan Kapolres Enrekang kini dipercayakan kepada AKBP Ketut Yoga Saputra yang sebelumnya menjabat Danyon A Men I Paspelopor Korbrimob Polri.

Di Kabupaten Luwu, AKBP Adnan Pandibu dimutasi menjadi Wadirreskrimum Polda Sulsel. Jabatan Kapolres Luwu kini ditempati AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo yang sebelumnya merupakan dosen madya Akademi Kepolisian (Akpol).

Pergantian pimpinan juga terjadi di Sidrap dan Parepare. AKBP Fantry Taherong dimutasi menjadi Kabagbinkar Ro SDM Polda Sulsel. Posisi Kapolres Sidrap kini dijabat AKBP Indra Waspada Yuda yang sebelumnya menjabat Kapolres Parepare.

Sementara jabatan Kapolres Parepare kini diisi AKBP Phunky Mahendra Borniawan yang sebelumnya bertugas di Baintelkam Polri.

Mutasi besar-besaran ini menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah tingginya sorotan masyarakat terhadap sejumlah penanganan perkara di Sulsel.

Beberapa wilayah yang kini berganti pimpinan diketahui sebelumnya ramai disorot terkait dugaan praktik mafia BBM subsidi, peredaran narkotika, tambang ilegal, hingga kasus dugaan korupsi proyek pemerintah daerah.

Rotasi tersebut dinilai menjadi ujian awal bagi para pejabat baru untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sekaligus membuktikan komitmen penegakan hukum di wilayah masing-masing. (****)

Exit mobile version