JAKARTA | KHATULISTIWA.MEDIA – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (3/6/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut setelah pada sesi sebelumnya rupiah ditutup di zona merah.
Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), rupiah tercatat melemah 0,19% atau 34 poin ke posisi Rp17.839 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,06% ke level 99,13.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati sejumlah indikator ekonomi terbaru yang dirilis pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/YoY) pada Mei 2026 mencapai 3,08%. Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026.
Kinerja sektor manufaktur juga menunjukkan perbaikan. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat ke level 50,0 pada Mei 2026, setelah sebelumnya berada di zona kontraksi dengan posisi 49,1 pada April 2026.
Meski demikian, pergerakan rupiah pada perdagangan pagi ini masih berada di bawah tekanan. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.40 WIB, rupiah melemah 75 poin atau 0,42% ke level Rp17.914 per dolar AS.
