EkonomiNasionalNews

Rupiah Nyaris Rp18.200 dan IHSG Terpuruk, Investor Asing Kirim Sinyal Keras untuk Indonesia

18

KHATULISTIWA.MEDIA – Amruknya rupiah dan koreksi tajam indeks harga saham gabungan (IHSG) di hantan saat Indonesia bagus-bagusnya,Fenomena ini sering disebut paradoks antara data makroekonomi yang positif dengan sentimen pasar keuangan yang sensitif.

Tekanan di pasar keuangan dipicu oleh aksi jual investor asing yang ramai-ramai melepas aset di Indonesia akibat tingginya ketidakpastian global. Mereka memilih mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven) di luar negeri.

Saat ini, kembalinya menyentuh level terendah sepanjang sejarah saat nyaris tembus Rp18.200 ribu per dolar AS. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga belum mampu bangkit dari level 5.000.Kondisi tersebut sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, selasa (09/06/2026).

Sebelumnya, pada Kamis (4/6/2026), Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, telah memberi respon.

“IHSG pagi ini sempat menyentuh level 5.652 atau melemah lebih dari 5 persen, sementara nilai tukar Rupiah terdepresiasi hingga menembus Rp18.030 per Dolar AS. Kombinasi pelemahan pasar saham dan mata uang secara bersamaan menjadi sinyal bahwa investor sedang melakukan repricing terhadap risiko Indonesia,” kata Hendra, dilansir dari rmol.id

Berdasarkan pergerakan nilai tukar dari 4 Juni hingga 9 Juni 2026, Rupiah tercatat mengalami pelemahan sekitar 0,94 persen, dari Rp18.030 menjadi mendekati Rp18.200 per Dolar AS.

Exit mobile version