NasionalNews

Kearifan Lokal Dorong Siswa Peduli Lingkungan

14

TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA, — Kegiatan Edukasi Konservasi Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Membangun Karakter Peduli Lingkungan Siswa SMA Negeri 3 Takalar dilaksanakan sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya konservasi lingkungan, mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal yang relevan dengan pelestarian lingkungan, serta membangun karakter peduli lingkungan melalui pengalaman dan praktik nyata di sekolah.

Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pengenalan kearifan lokal, serta praktik konservasi lingkungan yang melibatkan siswa secara aktif.

Pendekatan berbasis kearifan lokal digunakan agar siswa tidak hanya memahami konsep konservasi secara teoritis, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan nilai, tradisi, dan praktik masyarakat yang berkembang di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenali berbagai permasalahan lingkungan di sekitar sekolah, memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, serta mengidentifikasi nilai-nilai lokal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran berlangsung secara partisipatif dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, dan mendiskusikan solusi terhadap berbagai permasalahan lingkungan yang mereka temui.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh karakter peduli lingkungan dalam diri siswa, yang tercermin melalui perilaku menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat lingkungan sekolah, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Integrasi kearifan lokal juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya siswa sekaligus menumbuhkan pemahaman bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat.

Kegiatan PKM ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan pembelajaran lingkungan yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis budaya lokal. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga didorong untuk berperan sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekolah dan masyarakat.

Exit mobile version