JAKARTA | KHATULISTIWA.MEDIA – Harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan dan bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah melimpahnya persediaan beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Muhammad Saleh Mustafa, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras tidak semata-mata disebabkan oleh penurunan produksi akibat faktor cuaca. Menurutnya, persoalan tata niaga dan panjangnya rantai distribusi turut menjadi pemicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Ia menyoroti sejumlah praktik yang diduga memperburuk kondisi pasar, mulai dari penimbunan, pengoplosan beras subsidi, hingga permainan harga oleh tengkulak di tingkat petani.
Saleh Mustafa menjelaskan, panjangnya rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir membuka peluang bagi para perantara untuk memengaruhi harga beras.
Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu persoalan yang sulit diatasi karena ketergantungan petani terhadap tengkulak telah berlangsung lama dan mengakar dalam sistem perdagangan hasil pertanian.
Ia mengakui, memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak bukan perkara mudah. Terlebih, sistem ijon dan peran perantara sudah melekat dalam kehidupan sebagian masyarakat agraris.
“Faktor cuaca memang membuat produksi panen kita tahun ini menurun. Namun, masalah utamanya ada di tengah rantai pasok dari hulu ke hilir. Keberadaan middleman atau tengkulak ini sangat susah kita hilangkan karena secara budaya sudah melekat di kehidupan petani,” ungkap Saleh Mustafa, Sabtu (31/10/2026).
Kondisi ini menunjukkan bahwa melimpahnya stok beras di gudang Bulog belum otomatis menjamin harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
Persoalan distribusi, pengawasan tata niaga, serta dugaan praktik permainan harga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius agar ketersediaan beras nasional benar-benar berdampak pada stabilitas harga di pasaran.
Pengawasan terhadap rantai distribusi dan penindakan terhadap praktik perdagangan yang melanggar aturan menjadi bagian penting dalam upaya melindungi petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
