MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Warga Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita muda berinisial A.N.A. (24) di dalam sebuah kamar kos, Minggu (14/6/2026) malam. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka serius di bagian leher yang diduga akibat benda tajam.
Peristiwa tragis tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA di kawasan Kos Wijaya, Lorong 1 Mannuruki 6. Sebelum korban ditemukan meninggal dunia, sejumlah warga mengaku sempat mendengar keributan dari dalam area kos. Namun, tidak seorang pun menyangka keributan itu akan berakhir dengan tragedi berdarah yang menghebohkan lingkungan setempat.
Ketua RT 01/RW 04, M. Saharuddin, mengungkapkan dirinya menerima telepon dari salah seorang warga yang melaporkan adanya keributan di lokasi. Dalam laporan awal itu juga disebutkan adanya dugaan seorang perempuan meninggal dunia di kamar kos tersebut. Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat wilayah dan Bhabinkamtibmas untuk segera melakukan pengecekan.
Saat petugas bersama warga tiba di lokasi, korban ditemukan tergeletak di atas kasur dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Luka pada bagian leher serta bercak darah di sekitar tubuh korban membuat suasana di lokasi mencekam. Tidak lama kemudian, puluhan warga memadati sekitar tempat kejadian perkara untuk menyaksikan proses evakuasi dan penyelidikan.
Di tengah penyelidikan awal, muncul fakta yang menyita perhatian publik. Seorang pria berinisial S. (22), warga Kabupaten Gowa, diketahui mendatangi Markas Yon A Pelopor sekitar pukul 21.23 WITA dan menyatakan menyerahkan diri kepada petugas. Selanjutnya, sekitar pukul 22.03 WITA, pria tersebut diserahkan kepada personel Resmob Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tim identifikasi dan penyidik kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang bukti yang dianggap berkaitan dengan kasus tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk menyusun kronologi lengkap sebelum dan sesudah kejadian.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami hubungan antara korban dan pria yang kini menjalani pemeriksaan, termasuk motif yang diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut. Penyidik juga masih membuka kemungkinan adanya faktor lain berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi.
Jenazah korban telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyidikan. Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun hasil pemeriksaan terhadap pria yang menyerahkan diri tersebut.
Tim redaksi Khatulistiwa.media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian guna mengungkap fakta-fakta di balik tragedi berdarah yang mengguncang kawasan Mannuruki, Makassar.(red/Tim).
















