TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Gerakan Sayang Irigasi Ngaseng (GASSING) resmi dideklarasikan di Desa Kale Bentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (15/08/2026).
Gerakan tersebut merupakan rancangan aksi perubahan yang diinisiasi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, MUH Ilham, sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026.
GASSING lahir dari keprihatinan terhadap semakin pudarnya semangat gotong royong dan kerja bakti di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan serta keberfungsian saluran irigasi yang menjadi salah satu penopang aktivitas pertanian.
Menurut MUH Ilham, keberadaan irigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, khususnya para petani sebagai penerima manfaat, juga memiliki peran penting dalam menjaga saluran agar tetap berfungsi dengan baik.
Melalui GASSING, semangat kepedulian terhadap irigasi diharapkan kembali tumbuh dari tingkat masyarakat. Kegiatan kerja bakti dan kepedulian bersama terhadap saluran irigasi menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya penyumbatan, pendangkalan maupun kerusakan yang dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian.
Gerakan ini sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran bahwa menjaga irigasi bukan sekadar pekerjaan teknis pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
“Kalau irigasi dijaga bersama, manfaatnya juga akan dirasakan bersama,” menjadi semangat yang ingin dibangun melalui Gerakan Sayang Irigasi Ngaseng.
Pelaksanaan GASSING di Desa Kale Bentang juga menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan peserta dalam mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026.
Namun, aksi perubahan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kewajiban dalam rangkaian pelatihan. GASSING diarahkan menjadi gerakan yang dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta sektor pertanian di Kabupaten Takalar.
Dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong, pengelolaan dan pemeliharaan irigasi diharapkan menjadi lebih partisipatif. Pemerintah dan masyarakat dapat bergerak bersama memastikan air tetap mengalir ke lahan-lahan pertanian dan mendukung produktivitas petani.
GASSING pun menjadi pesan tegas bahwa irigasi yang terawat tidak lahir hanya dari anggaran pemerintah, tetapi juga dari kepedulian dan gotong royong masyarakat.
















