Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomiHukumNasionalNews

Cegah Penyelewengan BBM Subsidi, BPH Migas Turunkan Pengawas Khusus ke SPBU

5
×

Cegah Penyelewengan BBM Subsidi, BPH Migas Turunkan Pengawas Khusus ke SPBU

Sebarkan artikel ini

BANDUNG | KHATULISTIWA.MEDIA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi Bio Solar dan BBM kompensasi Pertalite dengan memberdayakan lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas. Langkah ini ditempuh untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi semakin tepat sasaran sekaligus menutup celah penyimpangan di lapangan.

Program yang dijalankan bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat tata kelola distribusi energi melalui peningkatan kualitas pengawasan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Banner

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, sinergi antarsatuan kerja di lingkungan Kementerian ESDM menjadi fondasi penting dalam memanfaatkan lulusan PEM Akamigas sebagai garda terdepan pengawasan distribusi BBM subsidi.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya mengoptimalkan potensi lulusan PEM Akamigas agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengawal distribusi BBM subsidi dan BBM kompensasi,” ujar Wahyudi saat memberikan pengarahan pada Program Ekstensifikasi Pengawasan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).

Pada tahap awal, sebanyak 30 personel diterjunkan, terdiri atas 28 pengawas lapangan dan 2 analis data. Seluruhnya telah dibekali melalui refreshment training, penguatan kompetensi, hingga on the job training (OJT) di SPBU sebelum mulai menjalankan tugas resmi pada 10 Agustus 2026.

Menurut Wahyudi, program ini bukan hanya memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menyiapkan regenerasi sumber daya manusia di sektor hilir migas.

Ia menegaskan lulusan PEM Akamigas memiliki kompetensi yang mumpuni, mulai dari proses produksi, logistik, hingga distribusi migas. Kompetensi tersebut dinilai mampu mendukung pengembangan SDM BPH Migas, baik di bidang pengawasan, administrasi, maupun pengembangan teknologi informasi.

“Program ini menjadi bukti bahwa lulusan PEM Akamigas merupakan generasi yang andal dan dapat dipercaya untuk meneruskan tata kelola sektor hilir migas. Mereka harus didorong menjadi generasi penerus yang menjaga ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wahyudi berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi di seluruh Indonesia sehingga penyaluran benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen BPH Migas dalam mengawal distribusi BBM agar tepat sasaran dan tepat manfaat, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.

Sebagai simbol kesiapan, Wahyudi menyematkan tanda pengenal dan rompi kepada perwakilan pengawas lapangan serta analis data yang akan bertugas di lapangan.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kementerian ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan kebijakan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.

“BPSDM bertugas menyiapkan SDM yang kompeten. Tanpa dukungan personel yang berkualitas, kebijakan penyaluran BBM subsidi hanya akan menjadi konsep di atas kertas,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara BPH Migas dan BPSDM terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas SDM, agar kebutuhan tenaga profesional di sektor hilir migas dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Salah seorang pengawas lapangan, Helmi Rizqi Santosa, mengatakan timnya akan melakukan pengawasan langsung terhadap distribusi JBT dan JBKP di SPBU guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan BBM subsidi.

Sementara analis data Faza Annafiah menjelaskan timnya akan melakukan rekapitulasi, validasi, pemeriksaan administrasi, serta evaluasi kualitas laporan hasil pengawasan.

“Harapannya, distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak ada lagi penyelewengan dalam penyalurannya,” tutup Faza. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *