JEMBER | KHATULISTIWA.MEDIA – Puluhan siswa TK dan SD di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu Program MBG yang diproduksi oleh SPPG Bangsalsari, Selasa (14/7/2026). Insiden ini terjadi belum genap dua hari setelah program MBG kembali berjalan pascalibur sekolah.
Dikutip dari Kompas TV, sebanyak 29 anak dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan. Dari jumlah tersebut, 12 anak harus menjalani perawatan medis karena mengalami muntah, diare, demam tinggi, serta tubuh lemas. Tidak hanya para siswa, sejumlah orang tua yang sempat mencicipi menu MBG juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan investigasi terhadap insiden siswa di Jember, Jawa Timur, mengalami gangguan pencernaan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).dilansir dari viva.co.id, hari sabtu (18/07/2026).
Di Jember, Satgas MBG bersama Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Bangsalsari yang menjadi penyedia makanan bagi para siswa.
Usai sidak, Helmi selaku Satgas MBG menyatakan operasional SPPG Bangsalsari untuk sementara waktu dihentikan hingga proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan.
“Sampai saat ini masih beroperasi, namun kami putuskan untuk dihentikan sementara,” kata Helmi.
Hingga berita ini diturunkan, Adapun Yang menjadi sorotan di SPPG Bangsalsari, penyimpanan bahan baku yang dinilai tidak memenuhi standar higienitas, hingga izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih dalam proses pengurusan.
















