MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), buruh, dan massa masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Makassar, Senin (14/9/2026). Massa mendesak agar General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional 7 Makassar dicopot dari jabatannya.
Desakan tersebut merupakan buntut dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Massa menilai krisis distribusi BBM tidak sekadar menimbulkan antrean, tetapi telah mengganggu bahkan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari mobilitas kendaraan dan ketersediaan BBM.
Salah satu peserta Aksi, Fahmi ketua HMI Komisariat Hukum Bosowa sempat menyebut, dugaan Praktek penyalahgunaan BBM Subsidi di SPBU Kalampa Takalar dan SPBU Panaikang Takalar yang nyata dan jelas pelanggaranya yang viral di tiktok, pertamina Patra Niaga regional 7 Sulsel tidak berani menjatuhkan sanksi.
“Viral di tiktok Dugaan Keterlibatan pihak Operator,Pengawas, meneger SPBU Panaikang Takalar dan SPBU Kalampa Takalar pada praktek penyalahgunaan BBM Subsidi, sampai sekarang pertamina Patra Niaga regional 7 Sulsel belum menjatuhkan Sanksi,” tegas Fahmi
Sementara itu, piihak Pertamina melalui Manajer Retail Sales Pertamina Regional Sulawesi, Mardian, menemui massa aksi secara langsung.
Imbas unjuk rasa yang dihadiri mahasiswa dan buruh itu, seorang demonstran mengalami luka di bagian kepala diduga akibat hantaman benda keras.
