MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Kebakaran hebat kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Teuku Umar 10, Lorong 5, 6, dan 7, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 unit rumah ludes terbakar dengan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kobaran api diduga bermula dari rumah seorang warga bernama Sangkala. Berdasarkan keterangan warga setempat, api diduga berasal dari aktivitas memasak menggunakan tungku kayu bakar. Pemilik rumah disebut-sebut meninggalkan tungku saat masih digunakan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Maudy. Ia melihat asap tebal disertai kobaran api dari rumah di sebelah kediamannya. Api kemudian membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan lain. Warga yang berada di sekitar lokasi berusaha menyelamatkan diri dan memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi kobaran api sulit dikendalikan.
Cepatnya penyebaran api diduga dipengaruhi kondisi bangunan yang saling berdekatan, sebagian berupa rumah panggung berbahan kayu dan bangunan semi permanen.
Selain itu, sejumlah rumah diketahui digunakan sebagai tempat usaha mebel yang menyimpan bahan mudah terbakar, termasuk busa karet. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat menjalar hingga melalap 16 rumah yang tersebar di tiga lorong.
Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, termasuk armada dari Mako Pusat di Jalan Dr. Ratulangi dan Posko Ujung Tanah Carester Pelabuhan Makassar. Petugas berjibaku bersama warga untuk menjinakkan kobaran api.
Namun, akses jalan yang terbatas menjadi kendala dalam proses pemadaman. Sejumlah warga bahkan turut membantu petugas dengan menjangkau bagian bangunan untuk menghambat penyebaran api.
Hingga informasi ini disusun, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat dengan bangunan yang berdekatan dan akses jalan terbatas.
