DaerahEkonomiNews

Aksi Prakondisi HMI Bosowa: Pemerintah Dapat Rapor Merah atas Krisis Ekonomi

51

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Bosowa yang tergabung dari berbagai komisariat menggelar aksi demonstrasi prakondisi di Jalan Urip Sumoharjo pada Senin (22/06/2026).

Aksi ini merupakan respons tegas terhadap kondisi perekonomian nasional yang dinilai semakin mencekik masyarakat kelas bawah.

​Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan rapor merah terhadap kebijakan ekonomi pemerintah saat ini. Setidaknya ada tiga isu krusial yang menjadi sorotan utama HMI Korkom Bosowa:

  1. ​Lonjakan Harga BBM Non-Subsidi & Pelemahan Rupiah Pemerintah dinilai gagal menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus merosot. Dampak domino dari pelemahan kurs ini memicu kenaikan harga BBM non-subsidi, yang pada akhirnya mengerek naik harga bahan-bahan pokok di pasar.
  2. ​Melambungnya Harga Bahan Pokok Kenaikan harga pangan membuat daya beli masyarakat menurun drastis. HMI menilai pemerintah abai dalam melakukan kontrol pasar dan gagal memberikan jaminan kesejahteraan pangan bagi rakyat.
  3. ​Pemborosan Anggaran Negara Di tengah jeritan ekonomi rakyat, HMI mengecam keras adanya pemborosan anggaran negara melalui program-program yang dinilai tidak mendesak dan tidak tepat sasaran, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), hingga Sekolah Rakyat. Anggaran fantastis tersebut dinilai lebih bersifat politis ketimbang solutif untuk mengentaskan kemiskinan struktural.

​”Aksi hari ini adalah alarm awal. Kita melihat realitas di mana rupiah melemah, harga barang pokok meroket, tetapi di sisi lain pemerintah justru asyik menghamburkan anggaran untuk program-program yang tidak menyentuh akar masalah riil masyarakat,” ujar Jenderal Lapangan aksi dalam orasinya.

Aksi prakondisi yang berlangsung di depan kampus universitas bosowa ini berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa aksi menegaskan bahwa HMI Korkom Bosowa akan mengonsolidasikan kembali terkait isu-isu nasional untuk menggelar aksi lanjutan.

Exit mobile version