Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahPendidikanTeknologi

Sulsel Pertahankan Takhta Literasi Nasional di Tengah Gempuran AI, Pemprov Genjot Transformasi Perpustakaan

23
×

Sulsel Pertahankan Takhta Literasi Nasional di Tengah Gempuran AI, Pemprov Genjot Transformasi Perpustakaan

Sebarkan artikel ini

SULSEL | KHATULISTIWA.MEDIA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat budaya literasi dan transformasi perpustakaan sebagai langkah strategis menghadapi derasnya arus digital dan perkembangan AI, guna menciptakan masyarakat yang kritis, adaptif, dan berkarakter.

Komitmen itu kembali ditegaskan setelah Sulawesi Selatan berhasil mempertahankan posisi peringkat pertama nasional dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) selama dua tahun berturut-turut.

Banner

Penguatan literasi tersebut dibahas dalam Webinar ASN Adaptif Seri 60 bertajuk “Merawat Pustaka Memartabatkan Bangsa” yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Sulsel, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan HUT Ke-46 Perpustakaan Nasional RI, Hari Buku Nasional 2026, dan Hari Arsip Nasional Ke-55 itu diikuti sebanyak 2.595 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari kepala sekolah PAUD hingga SMA/SMK, komunitas literasi, pegiat perpustakaan, hingga aparatur sipil negara (ASN) turut ambil bagian dalam webinar tersebut.

Kepala BPSDM Sulsel sekaligus Plt Kepala Dispusarsip Sulsel, Muhammad Jufri, menegaskan bahwa penguatan literasi kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menyiapkan sumber daya manusia menghadapi era AI yang berkembang sangat cepat.

Sementara itu, Pustakawan Utama Dispusarsip Sulsel, Moh Hasan, menekankan pentingnya transformasi perpustakaan agar tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku.

Menurutnya, perpustakaan modern harus hadir sebagai pusat pengetahuan, ruang kreatif, laboratorium ide, hingga wadah pemberdayaan masyarakat.

ia juga memaparkan capaian Sulsel dalam IPLM yang terus meningkat, dari peringkat ketiga nasional pada 2022 hingga bertahan di posisi pertama nasional pada 2023 dan 2024 dengan skor 88,24.

Pada sesi berikutnya, Dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Asniar Khumas, mengingatkan ancaman nyata di era algoritma digital, mulai dari rendahnya budaya baca, dominasi media sosial, hingga kebiasaan serba instan yang memengaruhi pola pikir masyarakat.

Ia menilai gerakan literasi harus menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan sekolah, keluarga, komunitas, media, hingga masyarakat luas.kemampuan membaca secara mendalam atau deep reading akan menjadi salah satu keunggulan paling penting di tengah perkembangan AI yang terus mengubah cara manusia berpikir, bekerja, dan mengambil keputusan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *