Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahNewsPendidikanTeknologi

Digitalisasi dan Perawatan Naskah Kuno Jadi Bahasan Utama Pertemuan Dinas Perpustakaan Sulsel dan Takalar

53
×

Digitalisasi dan Perawatan Naskah Kuno Jadi Bahasan Utama Pertemuan Dinas Perpustakaan Sulsel dan Takalar

Sebarkan artikel ini

TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Kepala Seksi Layanan Perpustakaan Sulawesi Selatan Hj. Feby Primajanti, didampingi Kasubag Umum serta jajaran pustakawan, menerima kunjungan Kepala Bidang Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Mappaselleng, S.E., M.M. Karaeng Gau, Selasa (26/05/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait program pelestarian koleksi nasional serta upaya penyelamatan naskah kuno yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting. Program tersebut dinilai menjadi bagian strategis dalam menjaga warisan literasi dan identitas budaya daerah agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Banner

Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak turut membahas pentingnya sinergi antarperpustakaan dalam mendukung pendataan, perawatan, hingga digitalisasi koleksi langka dan naskah kuno. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pelestarian bahan pustaka juga menjadi perhatian bersama guna mendukung pengelolaan koleksi secara profesional dan berkelanjutan.

Melalui sambungan via WhatsApp, Kepala Bidang Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Mappaselleng Karaeng Gau, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan yang diberikan dalam kegiatan konsultasi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan mendorong naskah kuno bernilai sejarah dan budaya agar dapat dijadikan sebagai koleksi pustaka yang terpelihara dengan baik.

“Kabupaten Takalar sendiri memiliki berbagai warisan manuskrip penting, seperti Lontara Bilang dan Quran Lontara yang memuat catatan panjang mengenai era kerajaan Islam di Sanrobone, adat budaya, sistem pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah Galesong, Polongbangkeng, hingga Laikang Punaga,”tuturnya

Selain itu, naskah-naskah tersebut juga memuat ajaran tasawuf, pengetahuan agama Islam, hingga ilmu falak yang dahulu digunakan dalam pelayaran serta penentuan jumlah hari dan perhitungan waktu dan masih banyak lagi.

Dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik, upaya pelestarian koleksi pustaka dan naskah kuno diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan pelestarian sejarah budaya daerah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *