TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mengangkat potensi wisata terus ditunjukkan melalui promosi destinasi unggulan yang dipadukan dengan aksi pelestarian lingkungan. Setelah menikmati panorama senja di Wisata Alam Parialau, Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, bersama rombongan Alumni Teknik IKA Unhas melanjutkan agenda promosi wisata ke Pulau Sanrobengi, Sabtu (27/6/2026).
Sejak pukul 09.00 WITA, Bupati Daeng Manye bersama Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Galesong, Camat Galesong Utara, serta rombongan Alumni Teknik IKA Unhas menyeberang menuju Pulau Sanrobengi, salah satu destinasi wisata bahari unggulan Kabupaten Takalar yang dikenal memiliki pasir putih, air laut yang jernih, dan panorama alam yang masih alami.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Daeng Manye memimpin kegiatan pelepasan berbagai jenis burung ke habitat alaminya sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
“Pagi ini kita akan mengunjungi Pulau Sanrobengi dalam rangka pelepasan burung ke habitat alaminya,” ujar Bupati.
Burung yang dilepas terdiri atas burung jalak, caroco, parkit, dan pipit. Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Bupati bersama seluruh rombongan Alumni Teknik IKA Unhas sebagai pesan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.
Camat Galesong, Muh. Iksan Larigau, menegaskan bahwa Pulau Sanrobengi merupakan salah satu ikon wisata bahari Kabupaten Takalar yang memiliki daya tarik luar biasa dan layak menjadi destinasi unggulan Sulawesi Selatan.
“Kita akan berkeliling menikmati keindahan Pulau Sanrobengi. Rasanya belum lengkap berkunjung ke Takalar jika belum menginjakkan kaki di Pulau Sanrobengi,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran Bupati Takalar bersama Alumni Teknik IKA Unhas menjadi langkah strategis dalam memperluas promosi wisata daerah kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Takalar kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Rangkaian promosi yang dimulai dari Wisata Alam Parialau hingga Pulau Sanrobengi menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Di sisi lain, aksi pelepasan burung menjadi simbol bahwa pengembangan destinasi wisata harus tetap berpijak pada prinsip konservasi dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan perpaduan keindahan alam, wisata bahari, dan komitmen terhadap pelestarian ekosistem, Pulau Sanrobengi diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Takalar. (*)
