TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Viral di media sosial dan TikTok, setelah Ketua HMI Cabang Takalar, Aditya, mengamuk di SPBU 74.922.43 Kalampa. Sebelumnya, pihak SPBU sempat menghentikan pengisian BBM Pertalite dengan alasan stok telah habis,terpantau kembali membuka pengisian BBM-nya untuk menutupi perbuatan salahnya, Jumat (11/09/2026).
Aditya menilai, sangat jelas permainan operator dan meneger pihak SPBU Kalampa Takalar menutup-nutupi stok BBM pertalitenya habis, padahal masih ada.
“Seandainya saya bersama warga tidak mengamuk di sana,mendapati langsung permainan orang-orang SPBU Kalampa, mungkin mereka akan terus lakukan hal tersebut,”ucap Aditya
Aditya juga menjelaskan, beberapa jam setelah peristiwa itu, pihak SPBU Kalampa kembali membuka pengisian pertalitenya untuk menutupi belang kesalahannya seolah-olah mereka tidak bersalah.
“Hampir sama di SPBU Panaikang Takalar yang Baru-baru viral di tiktok, maka-yah Jangan salahkan kalau situasi antrian panjang dan kelangkaan BBM terjadi di SPBU Takalar,”jelas Aditya
Sebelumnya diberitakan, Kamis (10/9/2026), Ketua HMI Takalar Mengamuk di SPBU Kalampa! Pertalite Dihentikan Saat Antrean Mengular, Stok Disebut Disimpan untuk Besok.
Aditya bersama sejumlah warga dan pengendara sebelumnya ikut mengantre untuk mendapatkan BBM Pertalite. Namun, di tengah panjangnya antrean, operator SPBU disebut menyampaikan bahwa stok Pertalite telah habis.
Kondisi tersebut sontak memicu protes. Aditya mempertanyakan alasan penghentian pengisian karena menurutnya masih terdapat kendaraan yang baru saja melakukan pengisian Pertalite.
“Saya mendatangi pihak operator dan menyampaikan, kenapa menghentikan pengisian padahal antrean panjang masyarakat sudah lama menunggu. Jawabannya ke saya, sudah habis,” jelas Aditya.
Aditya kemudian mengaku mendesak pihak operator untuk memeriksa nozzle pengisian. Dari situ, ia mempertanyakan kembali informasi mengenai stok Pertalite setelah melihat adanya kendaraan yang disebut baru selesai melakukan pengisian.
Menurut Aditya, pihak operator kemudian memberikan penjelasan bahwa stok Pertalite tersebut sengaja disimpan untuk kebutuhan pengisian pada hari berikutnya.
