KHATULISTIWA.MEDIA – Sutradara film dokumenter Dandhy Laksono akhirnya buka suara terkait sumber pendanaan film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap isi dan proses produksi film yang belakangan ramai diperbincangkan.
Dikutip dari CNN Indonesia, dalam wawancara bersama Pemimpin Redaksi Tribunnews, Dandhy menyebut ada sumber dana yang digunakan dalam pembuatan film itu. Ia berseloroh, ia berhak hanya menjawab ‘pokoknya ada’ karena tidak memiliki tanggung jawab atas pajak yang dibayar masyarakat.
Sosok Dandhy Laksono sendiri dikenal luas sebagai jurnalis investigasi yang kerap mengangkat isu sosial, politik, hingga lingkungan melalui karya tulis dan film dokumenter. Lahir pada 29 Juni 1976, ia telah menghasilkan sejumlah karya yang menuai perhatian publik.Istrinya, Irna Gustiawati, diketahui menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Liputan6.com.
Nama Dandhy semakin dikenal setelah merilis film dokumenter Sexy Killers pada tahun 2019. Film tersebut mengulas dugaan kolusi antara elite politik dan industri pertambangan batu bara yang disebut berdampak pada kerusakan lingkungan. Dokumenter itu sempat menjadi sorotan nasional karena dirilis menjelang Pemilu Indonesia 2019 dan memicu berbagai respons dari masyarakat maupun kalangan politik.
















