DaerahNewsTeknologi

PNUP Gaspol Perkuat Kompetensi CAD SMK, 22 Guru dan Siswa Digembleng Hadapi Industri Manufaktur

13

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) tak ingin pendidikan vokasi berhenti pada penguasaan teori. Melalui Jurusan Teknik Mesin, PNUP menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan Computer Aided Design (CAD) untuk memperkuat kompetensi desain teknik guru dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulawesi Selatan, Sabtu (08/08/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 3–7 Agustus 2026, dipusatkan di Laboratorium Desain Jurusan Teknik Mesin PNUP. Sebanyak 22 guru dan siswa dari SMK Negeri 2 Makassar, SMK Negeri 5 Makassar, dan SMK Negeri 10 Makassar mengikuti program tersebut.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret PNUP menjawab tantangan pendidikan vokasi yang dituntut semakin dekat dengan kebutuhan industri. Program tersebut didanai melalui Dana BLU Politeknik Negeri Ujung Pandang Tahun 2026.

Ketua Tim Pelaksana PKM, Dr. Eng. Baso Nasrullah, S.ST., M.T., menegaskan penguasaan CAD bukan lagi sekadar kemampuan tambahan bagi siswa dan guru bidang Teknik Mesin dan Manufaktur.

Menurutnya, perkembangan industri manufaktur membutuhkan lulusan yang mampu menerjemahkan teori menjadi keterampilan teknis dengan memanfaatkan teknologi desain digital.

“Perkembangan industri manufaktur saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis menggunakan teknologi desain digital. Melalui pelatihan CAD ini, kami berharap guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan siswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Baso Nasrullah.

Bukan Sekadar Teori, Peserta Langsung Digembleng Praktik

Pelatihan dirancang dengan pendekatan hands-on training dan Project-Based Learning (PBL). Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi langsung mengerjakan proyek desain menggunakan perangkat lunak CAD.

Materi yang diberikan mencakup konsep dasar CAD, pembuatan sketch 2D, part modelling, assembly modelling, hingga penyusunan engineering drawing sesuai standar industri.

Pola pelatihan tersebut diarahkan agar peserta memiliki pengalaman yang lebih nyata dalam proses desain teknik, sekaligus memahami alur kerja yang semakin banyak digunakan dalam dunia manufaktur modern.

Bagi guru, kompetensi tersebut diharapkan dapat diteruskan ke ruang kelas. Sementara bagi siswa, pengalaman menggunakan CAD menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing sebelum masuk ke dunia kerja maupun mengikuti kompetisi bidang keahlian.

Diproyeksikan Jadi Modal Hadapi LKS Nasional

Dampak pelatihan juga dirasakan langsung oleh peserta. Salah seorang guru peserta mengungkapkan, materi CAD yang diberikan PNUP memberikan pengalaman baru karena proses pembelajaran dilakukan secara langsung melalui latihan dan proyek desain.

Ia menyebut kompetensi tersebut menjadi salah satu modal penting untuk menyiapkan talenta siswa menghadapi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional bidang CAD dengan membawa nama Sulawesi Selatan.

«“Pelatihan ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana penerapan CAD dalam proses desain teknik dan mendorong kami menyiapkan talenta siswa yang akan disiapkan untuk Lomba LKS Tingkat Nasional bidang CAD mewakili Sulawesi Selatan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dengan materi tingkat lanjut,” ungkapnya.»

PNUP Dorong SMK Tak Tertinggal Teknologi

Pelaksanaan PKM ini sekaligus mempertegas pentingnya hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan pendidikan menengah vokasi.

Di tengah perkembangan teknologi manufaktur yang semakin cepat, SMK dituntut mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Karena itu, kolaborasi PNUP dengan sekolah mitra dinilai menjadi salah satu strategi untuk mempersempit kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan teknologi di dunia kerja.

Melalui pelatihan CAD, guru mendapatkan penguatan metode pembelajaran berbasis desain digital, sementara siswa memperoleh kesempatan memperdalam keterampilan praktis yang belum tentu didapatkan secara optimal di lingkungan sekolah.

Tim PKM PNUP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk pimpinan PNUP, guru dan siswa dari tiga sekolah mitra, mahasiswa pendamping, serta tenaga kependidikan Jurusan Teknik Mesin yang terlibat dalam persiapan, pelaksanaan teknis, pendampingan praktik, dokumentasi, hingga administrasi.

PNUP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan vokasi melalui tiga kata kunci: Kompetensi, SMK, dan Kolaborasi.

Penguatan kompetensi teknologi desain, sinergi dengan sekolah vokasi, dan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan SMK diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kuat sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tuntutan industri manufaktur di Sulawesi Selatan.

Exit mobile version