DaerahNasionalNews

Maudu Lompoa Cikoang Memuncak, Ribuan Warga Padati Sungai Cikoang Saksikan Tradisi Warisan Abad ke-16

61

TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA — Tradisi Maudu Lompoa atau Maulid Besar kembali digelar masyarakat Cikoang, Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Kamis (10/9/2026).

Maudu Lompoa merupakan puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang rutin dilaksanakan masyarakat Cikoang setiap tahun. Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-16 tersebut hingga kini masih dipertahankan dan menjadi salah satu identitas budaya sekaligus daya tarik wisata budaya Kabupaten Takalar.

Pusat pelaksanaan Maudu Lompoa tahun ini berlangsung di kawasan pinggir Sungai Cikoang. Ribuan warga tidak hanya datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar, tetapi juga dari luar daerah untuk menyaksikan langsung kemeriahan tradisi tersebut.

Bagi masyarakat yang datang dari Kota Makassar, perjalanan menuju Cikoang membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi lalu lintas. Kepadatan kendaraan biasanya terjadi di sekitar Jembatan Cikoang karena tingginya antusiasme masyarakat.

Selain menyaksikan prosesi budaya, pengunjung juga dapat menikmati suasana Pasar Maudu Lompoa yang dipenuhi berbagai jajanan dan produk masyarakat. Pengunjung disarankan menyiapkan uang pecahan kecil untuk berbelanja di sepanjang kawasan perayaan.

Perahu Hias Jadi Ikon Kemeriahan

Salah satu daya tarik utama Maudu Lompoa adalah keberadaan miniatur kapal pinisi dan replika perahu julung-julung yang dihias semeriah mungkin.

Perahu-perahu tersebut dihiasi telur berwarna merah, hasil bumi, sarung warna-warni, selendang hingga pakaian. Pada pelaksanaan tahun ini, sejumlah kapal tampak semakin semarak dengan balutan kain batik berwarna pink, hijau dan ungu, serta dihiasi bendera-bendera.

Perahu hias kemudian diarak oleh masyarakat. Sebagian diusung beramai-ramai menggunakan bambu menyusuri jalan desa, sementara sebagian lainnya ditempatkan di Sungai Cikoang dengan menggunakan perahu yang telah dihias.

Prosesi tersebut berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional berupa gendang dan gong. Warga yang mengikuti arak-arakan tampak mengenakan peci dan sarung, menambah kuat nuansa tradisional dalam perayaan.

Di sekitar lokasi, suasana semakin ramai dengan keberadaan pasar malam yang menjajakan beragam kuliner dan kebutuhan masyarakat, mulai dari es dawet, songkolo, sarabba hingga kain.

Bukan Sekadar Perayaan Maulid

Maudu Lompoa dimaknai sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memupuk jiwa sosial dan memperkuat solidaritas antarmasyarakat.

Tradisi yang diwariskan lintas generasi itu menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih mampu bertahan di tengah perkembangan zaman.

Dengan perpaduan antara ritual keagamaan, adat istiadat, gotong royong, kesenian tradisional dan aktivitas ekonomi masyarakat, Maudu Lompoa Cikoang setiap tahun menjelma menjadi salah satu perayaan budaya terbesar yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Bagi masyarakat Cikoang, Maudu Lompoa bukan hanya agenda tahunan, tetapi warisan budaya yang terus dijaga sebagai bagian dari identitas dan sejarah mereka.

Exit mobile version