MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA — Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Rakyat Demokratik (Komrad) menggelar aksi unjuk rasa dengan membentangkan spanduk raksasa di bawah Fly Over Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).
Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyuarakan desakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera ditetapkan sebagai bencana nasional.
Massa aksi menilai dampak karhutla telah berada pada tahap kritis. Kebakaran hutan tidak hanya mengancam kelestarian ekosistem di dalam negeri, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lintas negara.
Menurut para demonstran, penanganan karhutla membutuhkan langkah serius dan menyeluruh dari pemerintah. Penetapan status bencana nasional dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
Selain mendesak penetapan status bencana nasional, massa aksi juga menyoroti nasib satwa liar yang terancam akibat kebakaran hutan dan lahan.
Pembakaran hutan dinilai telah merusak habitat sekaligus merampas ruang hidup berbagai satwa, termasuk hewan endemik yang keberadaannya dilindungi oleh undang-undang.
Komrad menegaskan bahwa perlindungan terhadap satwa dan kelestarian lingkungan harus menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Kerusakan habitat yang terus terjadi dikhawatirkan mengancam keberlangsungan hidup satwa serta memperburuk keseimbangan ekosistem.
Para demonstran juga mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa kompromi terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Melalui aksi tersebut, Komrad berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan, perlindungan kawasan hutan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
Momentum Hari Sumpah Pemuda pun dimanfaatkan mahasiswa untuk mengingatkan bahwa perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keberlangsungan hidup masyarakat, satwa, dan generasi mendatang.
















