SULSEL | KHATULISTIWA.MEDIA – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan nasional terus diwujudkan oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan penanaman pohon kelapa dan jagung yang digelar di kawasan Puncak Tanadoang, Desa Bontomannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (6/6/2026).
Mengusung tema “Hijaukan Bumi untuk Masa Depan Kita”, kegiatan ini menjadi simbol komitmen Kejati Sulsel dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan latar alam Puncak Tanadoang yang asri, aksi penanaman berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
Turut mendampingi Kajati Sulsel dalam kegiatan tersebut, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Selatan, Ny. Oyes Sila Pulungan. Hadir pula Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Sulsel Abdillah, Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulsel Edy Hartoyo, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar Fandie Hasibuan, serta jajaran pengurus IAD Wilayah Sulawesi Selatan dan IAD Daerah Selayar.
Dalam sambutannya, Kajati Sulsel menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai Trapsila Adhyaksa BerAKHLAK dan semangat Bangga Melayani Bangsa yang senantiasa menjadi pedoman insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pohon kelapa dan jagung yang ditanam bukan hanya sekadar tanaman produktif, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini bukanlah sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kehidupan. Sesuai dengan filosofi kita, satu pohon dan sebiji jagung yang ditanam hari ini akan memberikan sejuta manfaat di esok hari. Melalui penanaman ini, kita tidak hanya berupaya menjaga kelestarian alam, menyerap karbon, serta merawat keberlanjutan air dan tanah, tetapi juga secara langsung mendukung ketahanan pangan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ini adalah komitmen bersama kita untuk mewariskan bumi yang lestari bagi generasi mendatang,” tegas Dr. Sila H. Pulungan, di kutip dari instagram @kejati_sulsel.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak karena tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan secara produktif untuk mendukung ketersediaan pangan, berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, Kejati Sulsel menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat menanam hari ini menjadi harapan untuk masa depan yang lebih hijau, lebih produktif, dan lebih berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
“Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang di Desa Tana Toa, Kabupaten Bulukumba, Jumat (5/6/2026), Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, mendapat kehormatan menerima gelar adat ‘Puto’ dari masyarakat adat Kajang. Sementara itu, sang istri, Ny. Oyes Sila Pulungan, dianugerahi gelar adat ‘Jaja’ sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan oleh komunitas adat setempat.
