TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA — Harapan keluarga untuk menemukan Bustan Sanusi Daeng Nappa, warga Dusun Bontomanai, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hingga kini belum pupus.
Bustan merupakan salah satu penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang mengalami kebakaran di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 2 Agustus 2026. Kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar itu mengangkut ratusan orang sebelum kemudian dilaporkan tenggelam di perairan tersebut.
Proses pencarian korban masih dilakukan tim terkait. Kondisi bangkai kapal yang berada di kedalaman sekitar 50 meter menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian maupun investigasi.
Bustan Sanusi Daeng Nappa diperkirakan lahir pada 1975. Ia diketahui bekerja sebagai sopir mobil ekspedisi dan secara rutin melakukan perjalanan menggunakan kapal dengan rute Surabaya–Makassar.
Menurut keterangan istrinya, Syamsiah, Bustan melakukan perjalanan tersebut sekitar satu kali dalam sepekan karena tuntutan pekerjaannya sebagai sopir ekspedisi.
Pada perjalanan terakhirnya, Bustan berangkat seorang diri dari kantor ekspedisi tempatnya bekerja. Ia tidak didampingi rekan kerja.

Telepon Terakhir Saat Kapal Terbakar
Momen terakhir keluarga berkomunikasi dengan Bustan terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu, Bustan menghubungi anaknya, Jaswan, melalui telepon seluler untuk memberitahukan bahwa kapal yang ditumpanginya mengalami kebakaran.
Bustan bahkan sempat meminta anaknya menjemput sang ibu sebelum komunikasi terputus.
“Dia menelpon anaknya, Jaswan. Dia bilang, ‘Jaswan, pergi jemput mamamu. Karena kapal yang saya tumpangi ini terbakar,’” kata Syamsiah.
Setelah percakapan tersebut, keluarga berusaha kembali menghubungi Bustan. Namun, nomor teleponnya sudah tidak aktif.
Sejak saat itu, keluarga belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Bustan.
Informasi mengenai musibah tersebut kemudian diketahui keluarga melalui rekan kerja Bustan serta pihak kantor ekspedisi tempat ia bekerja.
Keluarga Minta Pencarian Tak Dihentikan
Syamsiah berharap proses pencarian yang dilakukan Basarnas dan tim terkait terus dimaksimalkan. Keluarga juga berharap pencarian diperluas dengan melibatkan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Madura.
“Harapan kami kepada Basarnas agar pencarian betul-betul dilanjutkan. Siapa tahu ada penumpang yang belum ditemukan terdampar di pulau-pulau kecil atau ditemukan oleh nelayan di sekitar Madura,” ujar Syamsiah.
Bustan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Ketiganya yakni Jaswan, 26 tahun; Jawarman, 22 tahun, yang sedang menempuh pendidikan pelayaran; serta Anjas, 19 tahun, yang baru menyelesaikan pendidikan SMA.
Hingga Minggu, 9 Agustus 2026, keluarga masih menunggu kabar mengenai keberadaan Bustan.
Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga hanya berharap satu hal: pencarian tidak dihentikan sebelum ada kepastian mengenai nasib Bustan.
Bagi keluarga di Takalar, setiap kabar dari tim pencarian masih menjadi harapan untuk menemukan Bustan, baik dalam keadaan selamat maupun mendapatkan kepastian mengenai keberadaannya.(*)