Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahNews

Gerak Jalan Santai Diaspora Tu Moncongkomba Pecahkan Ekspektasi, 1.257 Peserta Tumpah Ruah

0
×

Gerak Jalan Santai Diaspora Tu Moncongkomba Pecahkan Ekspektasi, 1.257 Peserta Tumpah Ruah

Sebarkan artikel ini

TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA — Antusiasme warga dalam rangkaian kegiatan Diaspora Tu Moncongkomba di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8/2026), pecah di luar dugaan panitia. Sebanyak 1.257 peserta tercatat ambil bagian dalam kegiatan Gerak Jalan Santai dan Senam Massal yang dipusatkan di Lapangan Mangaweang Dg Nulung.

Kegiatan yang digelar Karang Taruna Gassing Gau Desa Moncongkomba tersebut dimulai sejak pukul 06.00 WITA. Gerak jalan santai menjadi salah satu rangkaian Diaspora Tu Moncongkomba yang telah berlangsung sejak 8 Juli 2026 dan akan ditutup melalui Malam Puncak pada 17 Agustus 2026.

Banner

Jumlah peserta yang mencapai 1.257 orang menjadi kejutan tersendiri bagi panitia. Antusiasme tidak hanya datang dari warga Desa Moncongkomba, tetapi juga perwakilan desa dan kelurahan se-Kecamatan Polombangkeng Selatan.

Kegiatan berlangsung meriah dan tertib. Momentum tersebut juga menjadi sorotan karena dihadiri sejumlah tokoh dan pimpinan yang jarang tampil bersama dalam satu kegiatan warga.

Hadir antara lain AKBP Baharuddin, SE., MM., Daeng Rate, putra asli Moncongkomba sekaligus petinggi Polda Sulsel, anggota DPRD Kabupaten Takalar, Camat Polombangkeng Selatan, Ketua Bawaslu Kabupaten Takalar, Kapolsek Polombangkeng Selatan beserta jajaran, anggota KPU Kabupaten Takalar, Ketua Panwaslu Kecamatan Polombangkeng Selatan, keluarga besar Moncongkomba, warga, perantau, hingga diaspora yang pulang dari berbagai kota.

Tidak kalah menarik, keturunan Gallarang Moncongkomba turut hadir dan berpartisipasi langsung. Kehadiran lintas generasi tersebut menjadi simbol kuat bahwa ikatan sejarah, asal-usul, dan persaudaraan Tu Moncongkomba tetap terjaga meski banyak warganya telah merantau jauh dari kampung halaman.

Ketua Umum Karang Taruna Gassing Gau, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

«“Kegiatan ini kita kemas secara kekeluargaan, bukan hanya sekadar seremonial perayaan HUT Kemerdekaan. Akan tetapi mengikat kembali tali silaturahmi kerukunan Tu Moncongkomba yang tinggal di luar desa,” ujar Muhammad Yusuf.»

Setelah gerak jalan santai, peserta kemudian mengikuti Senam Massal. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, sehingga momentum kebersamaan warga sekaligus diarahkan pada kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Muhammad Yusuf menyebut jumlah peserta yang hadir jauh melampaui perkiraan awal panitia. Dukungan konsumsi dari Anggota DPRD Takalar Mansyur Salam Dg Nakku bersama jajaran panitia Karang Taruna Gassing Gau turut menopang pelaksanaan kegiatan.

“Peserta jauh dari perkiraan, tembus 1.257 peserta Gerak Jalan Santai dan Senam Massal,” ungkapnya.

Membludaknya peserta memperlihatkan bahwa kegiatan berbasis kekeluargaan dan diaspora masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat. Warga dari berbagai wilayah datang dan menyatukan diri dalam satu momentum yang membawa nama besar Moncongkomba.

Apresiasi juga datang dari pemerintah kecamatan dan tokoh daerah. Kepala Desa, Camat Polombangkeng Selatan, serta anggota DPRD Kabupaten Takalar berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada tahun ini, tetapi terus dipertahankan dan dikembangkan agar lebih besar pada tahun mendatang.

Bahkan, Camat Polombangkeng Selatan merekomendasikan Desa Moncongkomba menjadi tuan rumah perkemahan sekaligus pusat perayaan HUT Kemerdekaan pada tahun berikutnya.

Jika terealisasi, rekomendasi tersebut akan menjadi babak baru bagi Moncongkomba sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat di Kecamatan Polombangkeng Selatan.

Dengan jumlah peserta yang menembus 1.257 orang, Diaspora Tu Moncongkomba tahun ini bukan sekadar gerak jalan santai. Kegiatan tersebut berubah menjadi panggung besar untuk mempertemukan warga, perantau, tokoh masyarakat, dan lintas generasi dalam satu ikatan: pulang, berkumpul, dan menjaga Moncongkomba tetap hidup dalam ingatan warganya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *