KUALA LUMPUR | KHATULISTIWA.MEDIA – Operasi penertiban imigrasi yang digelar otoritas Malaysia di kawasan Pasar Raja Bot, Chow Kit, Kuala Lumpur, berujung pada penangkapan 181 warga negara asing (WNA). Dari jumlah tersebut, sebanyak 147 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Penggerebekan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) melalui Operasi Mega Terpadu yang melibatkan ratusan petugas gabungan dari berbagai instansi pemerintah Malaysia.
Wakil Direktur Operasi Departemen Imigrasi Malaysia, Datuk Lokman Effendi Ramli, mengatakan operasi dimulai sekitar pukul 09.40 waktu setempat. Pasar Raja Bot menjadi salah satu sasaran karena masuk dalam daftar 224 kawasan rawan yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya pendatang asing tanpa izin (PATI).
Dari total 147 WNI yang diamankan, sebanyak 106 orang merupakan laki-laki dan perempuan dewasa, sementara 41 lainnya terdiri dari perempuan dan anak-anak asal Indonesia.
Selain WNI, petugas turut menangkap warga negara Bangladesh sebanyak 20 laki-laki, India tiga laki-laki, Nepal lima laki-laki, Pakistan satu laki-laki, serta empat orang dewasa dan seorang anak dari negara lainnya.
Secara keseluruhan, 181 orang yang diamankan terdiri dari 136 laki-laki dan 45 perempuan dengan rentang usia 10 hingga 55 tahun.
“Mereka dibawa ke Depot Imigrasi Bukit Jalil untuk menjalani pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut,” kata Lokman dalam konferensi pers di lokasi, seperti dikutip dari Harian Metro Malaysia.
Sembunyi di Atap hingga Terpantau Drone
Dalam pelaksanaan operasi, petugas gabungan memeriksa sebanyak 512 orang. Kegiatan tersebut melibatkan 264 personel dari Departemen Imigrasi Malaysia, Dewan Kota Kuala Lumpur (DBKL), Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup, Departemen Pendaftaran Nasional, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Kepolisian Kerajaan Malaysia.
Lokman mengungkapkan, sejumlah warga asing diduga berupaya menghindari pemeriksaan dengan berbagai cara. Bahkan, beberapa orang nekat bersembunyi di atas atap bangunan untuk menghindari kejaran petugas.
Namun, upaya tersebut berhasil diketahui setelah petugas menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memantau area operasi.
Penggerebekan ini kembali menyoroti persoalan keberadaan warga asing yang diduga melanggar ketentuan keimigrasian di Malaysia, khususnya di kawasan-kawasan yang menjadi pusat aktivitas komunitas pendatang.
Seluruh orang yang diamankan selanjutnya menjalani pemeriksaan di Depot Imigrasi Bukit Jalil guna memastikan status dokumen perjalanan dan izin tinggal masing-masing.
