DaerahHukumNews

Dugaan Adu Ayam Bangkok di Gowa Belum Usai, Rumah Jurnalis Matanusantara Didatangi Tiga Pria

46

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Suasana di kediaman jurnalis Matanusantara.co.id, Ramli, berubah pada Selasa dini hari (25/8/2026). Saat sebagian besar warga telah terlelap, tiga pria disebut datang dan berada di sekitar rumah Ramli sekitar pukul 00.30 WITA.

Kedatangan tersebut menjadi perhatian karena terjadi tidak lama setelah Matanusantara.co.id memberitakan dugaan praktik perjudian dalam pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, tiga pria tersebut disebut berinisial DS, AD, dan NT. Keluarga Ramli menyebut salah seorang di antaranya, DS, diduga datang dalam kondisi mabuk, kemudian berteriak dan menunjukkan emosi di sekitar rumah.

Yang lebih serius, keluarga mengaku mendengar ucapan yang mereka tafsirkan sebagai permintaan agar pemberitaan mengenai dugaan adu ayam Bangkok tidak dilanjutkan.

“Dia teriak agar tidak mendengar informasi tetangga soal adu ayam Bangkok,” demikian keterangan keluarga yang diterima redaksi, Selasa dini hari.

Keluarga juga menyampaikan adanya ucapan yang mereka anggap bernada ancaman terhadap Ramli.

“Mauki na tinju na bilang DS, baru dia teriak dan marah-marah, bilang tanyaki sampara (nama samaran Ramli) jangako mau ikut-ikut sama TL sama MH, jangonko dengarki, berteriaki apa, dia bilang telasoo nu,” ujar keluarga Ramli kepada redaksi.

Namun, seluruh keterangan tersebut masih berasal dari pihak keluarga. Redaksi belum mendapatkan konfirmasi langsung dari DS maupun dua pria lainnya. Rekaman yang dapat memverifikasi secara independen seluruh percakapan tersebut juga belum diperoleh.

Karena itu, Matanusantara.co.id menempatkan informasi mengenai dugaan ancaman tersebut sebagai kesaksian keluarga, bukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti.

SUASANA MEMANAS HINGGA LEWAT TENGAH MALAM

Percakapan keluarga yang diterima redaksi menggambarkan kekhawatiran yang meningkat sejak sekitar pukul 00.47 WITA.

Dalam percakapan tersebut, disebutkan sejumlah orang masih berada di sekitar masjid yang tidak jauh dari kediaman Ramli.

“Itu masih adai di dekat mesjid,” demikian pesan yang diterima redaksi.

Tak lama kemudian, jumlah orang yang berada di sekitar lokasi disebut sebanyak tiga orang. Nama DS kemudian muncul dalam percakapan keluarga.

Sekitar pukul 00.53 WITA, keluarga kembali saling mengingatkan agar tidak keluar rumah.

“Janganmko bede dulu pulang, masih adai di ujung lorong itu org duduk, mallaki mama.”

Keterangan tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran keluarga terhadap keberadaan sejumlah orang yang disebut masih berada di sekitar ujung lorong.

Beberapa menit kemudian, suara teriakan kembali disebut terdengar dari luar.

“Berkerumungan ki orang di luar napakamma, marah-marahi,” ujar keluarga.

Percakapan berikutnya menyebut seseorang bergerak ke sekitar rumah warga lain sambil berteriak dan mencari sejumlah orang.

“Pergi apa di depan rumahnna TL, berteriaki dan nacari semua ko,” katanya.

Sekitar pukul 00.59 WITA, situasi disebut semakin gaduh.

“Ka ributki jasi tak bangka mama.”

Hingga sekitar pukul 01.02 WITA, keluarga masih saling berkomunikasi dan meminta anggota keluarga tidak terburu-buru keluar sebelum situasi dinilai kondusif.

Rangkaian percakapan tersebut menjadi salah satu dasar redaksi dalam menelusuri kejadian.

Namun sekali lagi, isi percakapan merupakan keterangan pihak keluarga dan belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

MENGAPA TERJADI SETELAH BERITA ADU AYAM BANGKOK?

Pertanyaan yang kini muncul adalah soal waktu kedatangan tiga pria tersebut.

Sebelumnya, Matanusantara.co.id menyoroti informasi mengenai duel ayam Bangkok antara Yolanda dan Theptroy yang disebut berlangsung di Borong Rappo, Gowa.

Pertandingan tersebut sebelumnya dikabarkan akan berlangsung di kawasan Kostrad, Kabupaten Maros. Namun informasi berikutnya menyebut lokasi pertandingan berada di Borong Rappo.

Sumber yang mengaku mengetahui pertandingan tersebut menyebut duel itu bukan pertandingan biasa.

“Bukan lomba ini tapi partai janjian big game,” ujar sumber.

Sumber yang sama juga mengklaim terdapat nilai uang dalam jumlah besar yang dipertarungkan.

“500 juta ke atas itu ketemu uang di atas 1 M,” katanya.

Jika klaim tersebut benar, nominal yang disebut tentu bukan angka kecil. Namun hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh bukti transaksi yang dapat memastikan angka tersebut maupun memastikan adanya tindak pidana perjudian.

Informasi lain menyebut duel Yolanda versus Theptroy berakhir draw atau seri.

“Selesaimi hasilnya Drow, cuma penait yang menang Rp100 juta,” ujar sumber.

Keterangan tersebut juga belum dikonfirmasi kepada pemilik ayam maupun pihak yang disebut sebagai penyelenggara.

TIGA PRIA, SATU RUMAH, DAN PERTANYAAN BESAR

Kedatangan DS, AD, dan NT kini menambah pertanyaan dalam penelusuran Matanusantara.co.id.

Jika kedatangan tersebut bertujuan meminta klarifikasi mengenai pemberitaan, mengapa dilakukan sekitar pukul 00.30 WITA?

Jika keberatan terhadap pemberitaan menjadi persoalan, mengapa tidak disampaikan melalui mekanisme hak jawab atau klarifikasi kepada redaksi?

Sebaliknya, jika kedatangan tersebut tidak berkaitan dengan pemberitaan mengenai dugaan adu ayam Bangkok, apa tujuan mereka berada di sekitar kediaman Ramli pada tengah malam?

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari DS, AD, maupun NT.

Redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi langsung dari ketiganya. Redaksi juga mengupayakan keterangan aparat kepolisian untuk mengetahui apakah peristiwa tersebut telah dilaporkan atau sedang dalam penanganan.

KEBERATAN PEMBERITAAN TAK BOLEH BERUJUNG TEKANAN

Matanusantara.co.id menegaskan bahwa pemberitaan mengenai dugaan adu ayam Bangkok masih berada dalam tahap penelusuran.

Redaksi tidak menyatakan seseorang telah melakukan tindak pidana sebelum terdapat bukti dan proses hukum yang sah.

Namun demikian, apabila benar terdapat pihak yang keberatan terhadap pemberitaan, ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka.

Persoalannya menjadi berbeda apabila keberatan tersebut disampaikan melalui dugaan tekanan, intimidasi, atau ancaman terhadap jurnalis.

Mekanisme hukum dan hak jawab tersedia bagi pihak yang merasa dirugikan. Tekanan terhadap wartawan bukanlah mekanisme penyelesaian sengketa pemberitaan.

Karena itu, redaksi tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa kedatangan tiga pria tersebut merupakan tindakan intimidasi.

Tetapi keterangan keluarga mengenai teriakan, kemarahan, dan dugaan ucapan ancaman tetap perlu diverifikasi secara serius.

DUA PERISTIWA, SATU PERTANYAAN

Saat ini terdapat dua rangkaian peristiwa yang sedang ditelusuri.

Pertama, dugaan pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo yang oleh sumber disebut melibatkan uang hingga lebih dari Rp1 miliar.

Kedua, kedatangan tiga pria ke kediaman seorang jurnalis Matanusantara.co.id pada tengah malam, disertai kesaksian keluarga mengenai teriakan dan dugaan ancaman.

Belum ada bukti yang memastikan kedua peristiwa tersebut memiliki hubungan langsung.

Namun kedekatan waktunya membuat pertanyaan tersebut sulit diabaikan.

Apakah kedatangan tiga pria itu hanya kebetulan?

Ataukah ada kaitan dengan pemberitaan dugaan adu ayam Bangkok yang belum terungkap?

Matanusantara.co.id akan terus menelusuri rangkaian peristiwa tersebut dengan mengedepankan verifikasi, keberimbangan, dan asas praduga tak bersalah.

DS, AD, NT, maupun pihak lain yang merasa keberatan dipersilakan memberikan hak jawab dan klarifikasi kepada redaksi.

Satu hal yang kini masih menjadi pertanyaan: setelah dugaan adu ayam Bangkok Borong Rappo diberitakan, mengapa tiga pria datang ke rumah seorang jurnalis pada tengah malam, dan mengapa keluarga mengaku mendengar teriakan serta ucapan yang mereka anggap mengancam?

Exit mobile version