Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahEkonomiNasionalNews

DPR RI Andi Yuliani Paris Dorong Pengendalian Inflasi Sulampua, 28 Ribu Bantuan Mesin Dukung Petani dan Nelayan

21
×

DPR RI Andi Yuliani Paris Dorong Pengendalian Inflasi Sulampua, 28 Ribu Bantuan Mesin Dukung Petani dan Nelayan

Sebarkan artikel ini

SULAMPUA | KHATULISTIWA.MEDIA – Anggota DPR RI, Andi Yuliani Paris, mendorong penguatan produksi pangan sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut disampaikan dalam momentum Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Tahun 2026.

Dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi pangan, Andi Yuliani Paris telah mendistribusikan sebanyak 15.000 unit pompa air berbahan bakar gas dan 13.000 unit mesin katinting berbahan bakar gas. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang sektor pertanian dan perikanan, dua sektor yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan menopang ekonomi masyarakat.

Banner

Distribusi pompa air diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan lahan, terutama ketika menghadapi keterbatasan sumber air. Sementara itu, bantuan mesin katinting diharapkan mendukung aktivitas nelayan agar kegiatan penangkapan ikan dapat berjalan lebih optimal. Dukungan sarana produksi ini menjadi salah satu upaya memperkuat pasokan pangan dari tingkat produsen.

Tak hanya melalui bantuan mesin, Andi Yuliani Paris juga aktif mendistribusikan benih berbagai jenis cabai untuk mendorong produksi lokal sekaligus membantu mengendalikan inflasi. Cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap mengalami gejolak harga akibat perubahan pasokan dan permintaan. Ketika produksi tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar, kenaikan harga dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Distribusi benih cabai diharapkan mendorong masyarakat dan kelompok tani meningkatkan produksi secara mandiri, memperkuat pasokan di daerah, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan dari wilayah lain. Dengan produksi yang lebih terjaga, tekanan kenaikan harga cabai diharapkan dapat diminimalkan dan daya beli masyarakat tetap terlindungi.

Pengendalian inflasi pangan, menurut pendekatan tersebut, tidak cukup hanya mengandalkan pemantauan harga di pasar. Langkah dari sisi hulu, mulai dari ketersediaan sarana produksi, dukungan kepada petani dan nelayan, hingga peningkatan produktivitas komoditas strategis, perlu berjalan beriringan dengan kelancaran distribusi dan pengawasan pasokan.

Melalui GPIPS Sulampua 2026, penguatan sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, petani, nelayan, dan masyarakat diharapkan semakin mendorong ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dukungan terhadap sektor produksi tersebut diharapkan tidak hanya membantu menjaga ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menekan gejolak harga dan memperluas peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian inflasi pangan perlu tercermin pada ketersediaan komoditas di pasar, harga yang terjangkau, serta manfaat nyata yang dirasakan petani, nelayan, dan konsumen. Karena itu, kesinambungan program bantuan dan efektivitas pemanfaatannya menjadi bagian penting untuk memastikan upaya penguatan produksi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat di wilayah Sulampua.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *