DaerahHukumNews

Cekcok di THM Berujung Maut, Mahasiswa Pelayaran Asal Bone Tewas Ditikam Badik di Kota Makassar

5

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Perselisihan yang diduga dipicu ketersinggungan berujung maut di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang pemuda bernama Sopyan (23), mahasiswa pelayaran asal Kabupaten Bone, tewas setelah dikeroyok dan ditikam menggunakan senjata tajam jenis badik.

Polisi telah menangkap dua orang terduga pelaku masing-masing Arfah (23) dan Ikbal (21). Keduanya diamankan setelah diduga terlibat dalam penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Peristiwa berdarah tersebut bermula dari cekcok antara korban dan para pelaku di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Selasa (27/10/2026) dini hari.

Usai perselisihan itu, korban bersama rekannya yang mengendarai mobil kemudian meninggalkan lokasi dan menuju kawasan Jalan Boulevard, Makassar, sekitar pukul 06.00 Wita.

Namun, situasi justru berujung tragis. Korban mengalami pengeroyokan hingga terkena tikaman senjata tajam. Akibat luka tusukan tersebut, korban mengeluarkan banyak darah.

“Korban terkena tikaman dan mengeluarkan banyak darah,” ungkap AKP Jafar Ahmad.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, luka yang dialaminya membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, polisi yang melakukan penyelidikan berhasil melacak keberadaan kedua terduga pelaku. Arfah dan Ikbal akhirnya ditangkap di Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, pada Rabu (28/10/2026).

Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, membenarkan penangkapan tersebut.

“Penangkapan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Ipda Supriadi Gaffar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, aksi penikaman tersebut diduga dipicu rasa tersinggung setelah korban dan para pelaku terlibat pertikaian di THM Jalan AP Pettarani.

Kedua terduga pelaku, Ikbal dan Arfah, disebut memiliki peran berbeda dalam aksi penganiayaan tersebut.

Kasus ini kembali menjadi perhatian terhadap tindak kekerasan yang berawal dari perselisihan dan berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang.

Exit mobile version