Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
InternasionalNasionalNewsOlahraga

BOM! Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Dipastikan Tak Main di Piala Dunia Lagi

6
×

BOM! Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Dipastikan Tak Main di Piala Dunia Lagi

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Tim Nasional Argentina. Megabintang berusia 39 tahun itu memastikan dirinya tidak akan kembali memperkuat Argentina di Piala Dunia dan memilih pensiun dari tim nasional.

Keputusan besar tersebut disampaikan Messi melalui unggahan di Instagram pada Selasa (1/9/2026). Pernyataan itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya salah satu era paling monumental dalam sejarah sepak bola Argentina.

Banner

Kepergian sang ayah yang baru-baru ini terjadi disebut turut memantapkan keputusan Messi untuk menutup lembar panjang pengabdiannya bersama La Albiceleste.

“Setelah waktu berlalu sejak final, setelah memikirkannya matang-matang, saya ingin menyampaikan kepada semuanya bahwa saya memutuskan untuk pensiun dari Tim Nasional,” tulis Messi.

Messi mengakui keputusan tersebut tidak mudah. Setelah dua dekade mengenakan seragam Argentina, meninggalkan tim yang telah menjadi bagian besar dalam hidupnya menjadi keputusan yang sangat menyakitkan.

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih terasa begitu berat di hati, tetapi saya memahami bahwa inilah waktunya,” ungkapnya.

Messi menegaskan, dirinya selalu memberikan seluruh kemampuan untuk Argentina, bukan hanya ketika tim meraih berbagai gelar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi juga ketika perjalanan bersama tim nasional masih dipenuhi kegagalan dan tekanan.

“Saya selalu berjuang dan memberikan seluruh kemampuan saya untuk seragam ini, untuk memberikan kebahagiaan kepada kalian dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola,” tegas Messi.

Dua Dekade yang Berakhir

Messi menyadari kariernya bersama Argentina kini telah memasuki penghujung jalan. Waktu yang tersisa semakin sedikit, sementara generasi baru mulai bermunculan.

“Waktunya semakin sedikit dan satu per satu tahapan mulai berakhir. Ini adalah salah satu tahapan yang sangat menyakitkan bagi saya,” tulisnya.

Meski harus pergi, Messi mengaku kecintaannya terhadap tim nasional tidak akan pernah hilang.

“Saya mencintai, telah mencintai, dan akan selalu mencintai kesempatan untuk berada di Tim Nasional,” katanya.

Namun, Messi merasa waktunya untuk menyerahkan tempat kepada generasi berikutnya telah tiba.

“Saya sudah memberikan seluruh yang saya punya, saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan. Selain itu, ada banyak pemain muda hebat di belakang saya yang layak mendapatkan kesempatan untuk berada di sini,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal tegas bahwa Messi tidak ingin mempertahankan tempatnya hanya karena status sebagai legenda. Ia memilih memberi ruang kepada generasi baru untuk meneruskan perjuangan Argentina.

Dari Lapangan ke Tribun Dukungan

Selama sekitar 20 tahun, Messi menjadi pusat perhatian ketika Argentina bertanding. Kini, perannya berubah. Ia tidak lagi berada di tengah lapangan, tetapi akan menjadi pendukung dari luar.

“Terima kasih atas seluruh kasih sayang yang kalian berikan selama 20 tahun. Saya akan sangat merindukan mendengar dukungan kalian dari dalam lapangan,” tulisnya.

Messi kemudian menyampaikan bahwa dirinya akan tetap berada di sisi Argentina, meski tidak lagi mengenakan seragam tim nasional.

“Sekarang saya akan menjadi salah satu dari kalian, yang selalu memberikan dukungan dan menyemangati dari luar, baik dalam keadaan baik maupun buruk—bahkan lebih kuat ketika keadaan sedang buruk,” ungkapnya.

Ia juga memberikan penghormatan kepada keluarga, pelatih, rekan setim, serta seluruh pihak yang telah menemani perjalanan panjangnya bersama Argentina.

“Terima kasih kepada keluarga saya yang selalu ada, yang menemani saya dalam perjalanan yang begitu indah sekaligus sulit ini,” katanya.

“Terima kasih kepada setiap pelatih, rekan setim, dan para pengurus yang pernah bekerja bersama saya. Saya membawa pulang kenangan dan momen-momen yang tidak akan pernah terlupakan,” lanjut Messi.

Pergi dengan Kepala Tegak

Messi menutup pernyataannya dengan kalimat yang menggambarkan kepuasan sekaligus rasa haru setelah melewati perjalanan luar biasa bersama Argentina.

“Saya pergi dengan ketenangan dan kebanggaan karena telah memberikan, bersama rekan-rekan setim saya, momen-momen yang selama ini diimpikan.”

“Sungguh gila bisa menjalani semua ini bersama kalian.”

Di akhir pesannya, Messi mengucapkan rasa cintanya kepada Argentina dan rasa syukur karena terlahir sebagai bagian dari bangsa tersebut.

“Saya mencintai kalian! Terima kasih Tuhan karena telah menjadikan saya orang Argentina,” tutup Messi.

Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era. Dari masa-masa penuh kritik dan kegagalan di awal karier internasional hingga mengantarkan Argentina meraih puncak kejayaan, Messi akhirnya memilih pergi ketika merasa tidak ada lagi yang harus dibuktikan.

Piala Dunia berikutnya akan berlangsung tanpa sang kapten. Namun, jejak Messi bersama Argentina akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah sepak bola dunia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *