Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
NasionalNews

BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Papua: Makanan Dimasak Sejak Malam, Dibagikan Esok Siang

1
×

BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Papua: Makanan Dimasak Sejak Malam, Dibagikan Esok Siang

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | KHATULISTIWA.MEDIA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan dugaan sementara penyebab kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua. Berdasarkan hasil evaluasi awal, makanan diduga mengalami penurunan kualitas karena dimasak terlalu dini sebelum didistribusikan kepada para siswa.

Sudaryono menjelaskan, sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai memasak makanan sekitar pukul 19.00 pada malam sebelumnya. Sementara itu, makanan baru dibagikan dan dikonsumsi sekitar pukul 11.00 keesokan harinya. Jeda waktu yang terlalu panjang tersebut diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan makanan tidak lagi layak konsumsi.

Banner

“Nah kami cek kemarin di Papua, berdasarkan sistem yang kita punya dan pengakuan setelah kronologisnya ditanya itu adalah sama, yaitu mereka memulai masaknya kecepetan, jam 7 malam di hari sebelumnya sudah mulai masak, (kemudian) diberikan di jam 11 (siang pada hari berikutnya), sehingga dibawa sudah dalam kondisi rusak,”ujar Sudaryono kepada awak media, Kamis (6/8/2026).

Selain proses memasak yang terlalu awal, BGN juga menemukan adanya kebiasaan sebagian siswa membawa pulang makanan MBG untuk dikonsumsi beberapa jam setelah diterima. Kondisi tersebut dinilai semakin meningkatkan risiko makanan mengalami penurunan kualitas

Meski dapur tersebut dihentikan sementara operasionalnya, Sudaryono memastikan para siswa tetap memperoleh manfaat program MBG. Pasokan makanan dialihkan ke dapur lain yang berada di sekitar lokasi.

BGN menegaskan evaluasi terhadap prosedur operasional dapur MBG akan terus dilakukan guna memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat tetap terjaga, sehingga insiden serupa tidak kembali terulang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *