TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar rutin mengikuti zikir dan tausyiah Jumat. Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Takalar dan dipandu oleh Penyuluh Agama Kementerian Agama, Ustaz Sahlan Hamzah, Jumat (26/6).
Zikir dan tausyiah ini dilaksanakan rutin sebagai upaya memperkuat pembinaan spiritual Warga Binaan, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas iman, ketakwaan, serta kesadaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ustaz Sahlan Hamzah menyampaikan kegiatan dzikir bersama setiap hari Jumat di Lapas Takalar merupakan sarana pembinaan spiritual yang sangat bermanfaat bagi warga binaan. “Dzikir membantu menenangkan hati, memperkuat iman, menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran untuk bertaubat, serta memotivasi mereka agar terus memperbaiki akhlak,” ujarnya.
Ustaz Sahlan berharap kegiatan ini menjadi bekal Warga Binaan saat bebas nanti. “Semoga kegiatan ini menjadi jalan bagi terbentuknya pribadi yang lebih baik dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat,” katanya.
Terpisah, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa zikir menjadi sarana introspeksi diri (muhasabah), sehingga warga binaan dapat menyesali perbuatan yang salah dan bertekad untuk tidak mengulanginya. “Dengan rutin berzikir, warga binaan menjadi lebih dekat kepada Allah SWT, sehingga tumbuh kesadaran untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah,” katanya.
Andi Gunawan berharap kegiatan rutin ini menjadi bekal penting bagi Warga Binaan, sehingga setelah bebas nanti mereka dapat kembali ke masyarakat dengan akhlak yang lebih baik dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. “Zikir mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bertaubat dan menjadi pribadi yang lebih baik. Ini akan jadi bekal baik nantinya saat mereka bebas,” tandasnya.
















