TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA,— Aktivis di Kabupaten Takalar menyoroti himbauan Bupati Takalar kepada masyarakat agar tidak panik menyikapi kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Himbauan agar masyarakat “TIDAK PANIK” dinilai penting untuk menjaga ketenangan publik. Namun, menurut Uddin, imbauan tersebut tidak cukup apabila tidak disertai dengan langkah konkret pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.
“Jangan hanya masyarakat yang diminta untuk tidak panik. Pemerintah juga harus menunjukkan langkah konkret di lapangan. Ketika masyarakat melihat antrean BBM mengular di SPBU, tentu muncul kekhawatiran. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian, bukan sekadar imbauan,” ujar salah seorang uddin (aktivis Takalar).
Menurutnya, persoalan BBM menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, transportasi, nelayan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu mengambil langkah koordinatif secara cepat dengan pihak terkait, termasuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan stok tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.
Uddin juga meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada penyampaian informasi melalui imbauan, tetapi melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi SPBU serta berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan instansi terkait untuk mengetahui penyebab terjadinya antrean panjang.
“Kalau memang stok aman, pemerintah harus mampu menjelaskan kepada masyarakat berapa ketersediaannya, bagaimana distribusinya, dan apa langkah yang dilakukan untuk mengurai antrean. Masyarakat membutuhkan kepastian dan solusi nyata,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pemerintah memastikan tidak terjadi penumpukan kendaraan di SPBU yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan keresahan. Jika diperlukan, pemerintah dapat melakukan pengaturan dan pengawasan di lapangan agar distribusi BBM berlangsung tertib dan tepat sasaran.
Lebih jauh, aktivis Takalar tersebut menilai bahwa kepemimpinan dalam situasi seperti ini diuji bukan hanya melalui pernyataan, tetapi melalui kecepatan pemerintah mengambil tindakan.
“Kalimat ‘jangan panik’ tentu baik, tetapi harus dibarengi dengan tindakan. Pemerintah harus memastikan masyarakat benar-benar aman dan mendapatkan BBM dengan mudah. Jangan sampai masyarakat diminta tenang sementara di lapangan antrean justru semakin panjang,” katanya.
Uddin berharap Pemerintah Kabupaten Takalar segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi stok dan distribusi BBM saat ini, sekaligus menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah dan akan dilakukan untuk mengatasi antrean di SPBU.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya ketenangan, tetapi kepastian, keterjaminan pasokan, dan tindakan nyata pemerintah,” pungkasnya.
