Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
EkonomiInternasionalNasionalNews

Kita Harus Survival! Menteri Bahlil Beri Sinyal Kontrak Ekspor Gas ke Negara Tetangga

6
×

Kita Harus Survival! Menteri Bahlil Beri Sinyal Kontrak Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | KHATULISTIWA.MEDIA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengisyaratkan kemungkinan besar pemerintah tidak akan memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Kebijakan tersebut dipertimbangkan untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Bahlil usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna evaluasi du ea tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Banner

Menteri Bahlil menegaskan, pemerintah harus mengutamakan kepentingan nasional dalam menghadapi situasi global yang dinamis. Menurutnya, seluruh jajaran kementerian perlu menerjemahkan arahan Presiden ke dalam implementasi kebijakan yang berorientasi pada ketahanan negara.

“Ya memang harus kita survival. Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan Bapak Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program untuk menuju pada survival,” ujar Bahlil.

Ia juga membuka kemungkinan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga apabila kebijakan tersebut diperlukan demi menjamin kecukupan pasokan energi di dalam negeri.

“Kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus memenuhi kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan adanya pertimbangan untuk menyesuaikan kebijakan ekspor gas dengan kebutuhan energi nasional. Namun, keputusan mengenai kontrak yang akan berakhir, negara tujuan ekspor, serta waktu penerapan kebijakan tersebut masih memerlukan kejelasan lebih lanjut.

Pemenuhan kebutuhan energi domestik menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia. Apabila pemerintah memutuskan tidak memperpanjang kontrak ekspor tertentu, kebijakan tersebut perlu disertai perencanaan pasokan dan distribusi yang matang agar kebutuhan industri, pembangkit listrik, serta konsumen dalam negeri tetap terpenuhi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *