BALIKPAPAN | KHATULISTIWA.MEDIA — Antrean panjang kendaraan roda dua untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite di Kota Balikpapan menjadi perhatian serius Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Upaya memecah konsentrasi antrean mulai dilakukan. Usai membahas rencana penambahan titik layanan Pertalite bagi kendaraan roda dua, BPH Migas turun langsung meninjau sejumlah SPBU di Balikpapan, termasuk kawasan Batakan, Kecamatan Balikpapan Timur di bulan Agustus 2026
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas SPBU yang akan ditingkatkan pelayanannya, khususnya untuk penyaluran Pertalite kepada masyarakat pengguna sepeda motor.
“Ini merupakan SPBU yang tidak melayani BBM Pertalite untuk masyarakat pengguna kendaraan roda dua. Kita berkunjung untuk memastikan SPBU ini sangat layak dan bagus, dapat di-upgrade mengenai pelayanannya, khusus penyaluran BBM Pertalite untuk masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Wahyudi.
Menurutnya, pembukaan titik layanan baru bukan sekadar menambah fasilitas, tetapi menjadi strategi untuk memecah antrean yang selama ini menumpuk di sejumlah SPBU, terutama kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan.
“Ini sebagai kondisi untuk mengurai dan memecah antrean yang tadi kita sudah cek di SPBU Sepinggan, dan kita sudah berkomunikasi kepada masyarakat yang menggunakan Pertalite, khususnya roda dua,” katanya.
BPH Migas bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan kini menindaklanjuti rencana penambahan titik penyaluran Pertalite. Salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi titik layanan baru adalah SPBU Batakan di Balikpapan Timur.
Wahyudi menjelaskan, keberadaan layanan tersebut diharapkan mampu menampung masyarakat dari Balikpapan Timur yang selama ini harus menuju pusat kota untuk mendapatkan Pertalite.
“SPBU di Batakan ini nanti akan dijadikan penampungan masyarakat yang membutuhkan Pertalite, yang melakukan kegiatan sehari-hari dari wilayah Balikpapan Timur menuju Kota Balikpapan, agar yang saat ini tertumpu di pusat Kota Balikpapan bisa dipecah antreannya dan berbagi di SPBU Batakan ini,” jelasnya.
Lima SPBU Disiapkan Layani Pertalite Roda Dua
Rencana tersebut mendapat dukungan teknis dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan fasilitas di lima titik SPBU yang nantinya akan melayani Pertalite khusus kendaraan roda dua.
“Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sebagai badan usaha mempersiapkan fasilitas pengisian roda dua untuk produk Pertalite. Kami akan menyiapkan secara teknis dan juga melengkapi administratif izin pengoperasian SPBU melayani BBM bersubsidi,” ujarnya.
Bagi masyarakat, penambahan titik layanan ini dinilai menjadi solusi yang ditunggu. Oline (29), warga Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, berharap layanan Pertalite segera tersedia di wilayahnya.
“Harapan saya untuk ke depannya, untuk pemerintah semoga dibuka layanan Pertalite di daerah Balikpapan Timur dan sekitarnya agar kami tidak kesulitan untuk mengisi BBM Pertalite,” katanya.
Senada, Subhan (51), pengemudi ojek daring, menilai penambahan SPBU dapat menjadi langkah konkret mengurangi antrean.
“Kalau bisa SPBU-nya ditambah. Alhamdulillah, stok BBM masih aman di Balikpapan, hanya antrean saja,” ujarnya.
RU V Balikpapan Jadi Penopang Pasokan
Selain mengawasi SPBU, BPH Migas juga meninjau Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan produksi, ketersediaan stok, hingga distribusi BBM tetap berjalan tanpa gangguan.
Wahyudi menegaskan, kesinambungan produksi menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan pasokan BBM di Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur.
“Antara target dan realisasi produksi ini kontinyu terjaga dengan baik. RU V Balikpapan sebagai poros untuk penyediaan BBM di wilayah Kalimantan maupun Indonesia Timur,” tegasnya.
Menurutnya, monitoring dari hulu hingga hilir tersebut penting agar persoalan BBM tidak berhenti pada soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memperoleh BBM dengan pelayanan yang lebih mudah dan antrean yang lebih terkendali.
“Memastikan mulai dari produksi, stok, dan distribusi akan selalu tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Balikpapan,” pungkas Wahyudi.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief dan General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit V Balikpapan Novie Handoyo Anto.
Pesan utama kebijakan ini jelas: stok harus aman, distribusi harus lancar, dan antrean Pertalite tidak boleh terus terkonsentrasi di satu kawasan.
(dilansur dari bphmigas.go.id).
















