InternasionalNews

Trump-Iran Teken MoU Akhiri Konflik, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

13

KHATULISTIWA.MEDIA – Sebuah langkah mengejutkan terjadi di tengah ketegangan geopolitik dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai kerangka awal untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi sorotan internasional setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mempublikasikan video berdurasi 36 detik yang memperlihatkan Trump menandatangani dokumen tersebut saat jamuan makan malam di Istana Versailles, dekat Paris, usai KTT G7 pada Rabu (17/6/2026) malam waktu setempat.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan Presiden Masoud Pezeshkian juga menandatangani memorandum yang sama pada Kamis (18/6/2026) pagi. Foto yang dirilis menunjukkan Pezeshkian memegang dokumen yang disebut sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Menurut seorang pejabat senior Amerika Serikat, memorandum itu memuat 14 poin penting yang menjadi dasar perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran. Salah satu poin paling krusial menyangkut navigasi dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Dalam kesepakatan itu, Iran disebut berkomitmen menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal komersial tanpa pungutan biaya selama 60 hari. Namun setelah masa tersebut berakhir, Teheran diberi ruang untuk menerapkan mekanisme tarif dan biaya layanan tertentu.

Poin tersebut langsung memicu perhatian dunia internasional. Sebelumnya, pejabat AS telah menyatakan keinginan untuk melanjutkan pembicaraan guna mencegah Iran mengenakan pungutan baru yang berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa negaranya berhak memungut biaya atas layanan yang diberikan di Selat Hormuz. Ia juga mengungkapkan bahwa Iran hampir menyelesaikan pengaturan akhir bersama Oman terkait pengelolaan jalur strategis tersebut.

Tak hanya soal keamanan maritim, memorandum itu juga membuka jalan bagi pembahasan program nuklir Iran. Dokumen tersebut menyebut kedua negara sepakat untuk membicarakan isu pengayaan uranium dan kebutuhan nuklir sipil Iran dalam kerangka perjanjian yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Amerika Serikat dikabarkan akan mempertimbangkan pencabutan sejumlah sanksi ekonomi terhadap Iran. Langkah ini dinilai sebagai sinyal deeskalasi yang selama bertahun-tahun sulit terwujud di tengah hubungan yang penuh ketegangan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi perkembangan tersebut melalui unggahan videonya. “Presiden Trump menandatangani perjanjian antara Iran dan Amerika Serikat di Versailles malam ini,” demikian kutipan yang dilaporkan Al Jazeera.

Meski demikian, kesepakatan ini diperkirakan tidak akan berjalan mulus. Koresponden Al Jazeera, Mike Hanna, menilai Trump berpotensi menghadapi tekanan politik di dalam negeri, khususnya dari kelompok konservatif garis keras yang selama ini mendorong sikap tegas terhadap Iran.

Terlepas dari berbagai tantangan politik yang ada, pasar global langsung merespons positif kabar tersebut. Harga minyak mentah Brent tercatat turun sekitar 2,3 persen, sementara indeks saham utama di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan menguat signifikan.

Kesepakatan Trump-Pezeshkian ini menjadi salah satu perkembangan diplomatik paling penting tahun 2026. Jika negosiasi lanjutan berhasil mencapai titik temu, dunia berpotensi menyaksikan berakhirnya salah satu konflik geopolitik paling panjang dan berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi global.

Exit mobile version