DaerahNews

‎Pihak Proyek Sekolah Rakyat Takalar Minta Maaf dan Beri Santunan untuk Keluarga Dua Bocah Korban Tenggelam

46

TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Pihak proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Takalar menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dua bocah yang meninggal dunia setelah diduga tenggelam di lubang galian septic tank masjid yang berada di area proyek tersebut, Sabtu (30/05/2026).

‎Kedua korban, Arzak (4) dan Asril (3), ditemukan meninggal dunia di kawasan proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Parappuanta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, (27/05/2026), dan menyita perhatian masyarakat setempat.

‎Perwakilan pihak proyek menyatakan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Mereka mengakui bahwa lokasi kejadian berada di dalam kawasan proyek yang sedang dikerjakan.

‎”Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Sebelum penggalian Garis sefety line telah kami pasang berupaya menjaga keamanan di area proyek, namun musibah ini tetap terjadi. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kedua anak tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar perwakilan proyek.

‎Selain menyampaikan permohonan maaf, pihak proyek juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban dengan total nilai Rp100 juta untuk dua anak yang meninggal dunia.

‎”Ini murni kecelakaan yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun karena peristiwa ini terjadi di kawasan proyek kami, kami merasa memiliki tanggung jawab secara moral. Santunan ini kami berikan dengan ikhlas sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan. Kami tidak ingin mengedepankan ego, melainkan mengambil pelajaran dari musibah ini,”tuturnya

‎Pihak proyek juga mengaku bersyukur karena keluarga korban telah menerima permohonan maaf yang disampaikan. Mereka berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak agar pengawasan dan standar keselamatan di area proyek dapat lebih ditingkatkan.

Sampai saat ini orang tua dari kedua korban anak yang tenggelam, masih bekerja dalam proyek pembangunan sekolah rakyat

Exit mobile version