DaerahEkonomiHukumNasionalNews

Pengawasan Diperketat, BPH Migas Cek Stok, Kualitas, hingga Takaran BBM Subsidi di Jawa Tengah

4

JATENG | KHATULISTIWA.MEDIA – Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama Anggota Komite BPH Migas Hasbi Anshory melakukan pemantauan langsung ke Integrated Terminal Semarang, sejumlah SPBU di Kota Semarang, serta SPBU Nelayan Rowosari di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan tetap terjaga dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona, Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher, serta Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga Fanda Chrismianto. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat pengawasan terhadap distribusi energi bersubsidi.

Dalam peninjauan di Integrated Terminal Semarang SPBU, rombongan memastikan ketahanan stok BBM serta keandalan tangki penimbunan. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap keakuratan takaran nosel menggunakan bejana ukur, pengujian kualitas BBM melalui uji density, hingga pengecekan sistem pencatatan penyaluran dan fungsi CCTV. Langkah ini dilakukan untuk memastikan BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Sementara itu, saat mengunjungi SPBU Nelayan Rowosari, Wahyudi menegaskan bahwa pemantauan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan penyaluran BBM subsidi, khususnya bagi sektor perikanan yang menjadi salah satu penerima manfaat utama.

“Untuk memastikan bahwasanya distribusi BBM solar tidak ada kendala dan didistribusikan kepada nelayan yang tepat, tidak diperjualbelikan lagi, dan tidak dikonsumsikan untuk non nelayan,” ujar Wahyudi saat ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Kendal, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).

Wahyudi menjelaskan, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kapal yang beroperasi di kawasan TPI Tawang merupakan kapal nelayan berkapasitas di bawah 30 Gross Tonnage (GT). Dari sekitar 1.082 kapal yang tercatat, sekitar 1.000 unit merupakan kapal berkapasitas 5 GT yang menjadi kelompok utama pengguna solar subsidi.

Ia menambahkan, aktivitas penyaluran BBM subsidi kepada nelayan berlangsung cukup tinggi setiap harinya. Rata-rata terdapat 300 hingga 500 surat rekomendasi yang diterbitkan setiap hari, bergantung pada intensitas aktivitas melaut masyarakat nelayan.

“Satu hari rata-rata pengambilan BBM dengan surat rekomendasi 300–500 surat rekomendasi, tergantung kegiatan masyarakat yang akan melaut,” tutupnya.

Exit mobile version