NasionalNewsOtomotifPendidikan

Campur Pertalite dan Pertamax, Mesin Lebih Bertenaga atau Justru Rusak? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Pengendara

26

SULSEL | KHATULISTIWA.MEDIA – Di tengah berbagai perbincangan soal efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan, praktik mencamppur BBM jenis Pertalite dan Pertamax masih kerap dilakukan sebagian pengendara. Namun, benarkah campuran kedua bahan bakar tersebut dapat meningkatkan performa mesin atau justru menimbulkan risiko kerusakan jangka panjang?

Diketahui, Pertalite memiliki angka oktan atau Research Octane Number (RON) 90, sedangkan Pertamax berada pada RON 92. Perbedaan angka oktan ini membuat karakter pembakaran kedua bahan bakar berbeda saat digunakan pada mesin kendaraan.

Berdasarkan sejumlah sumber yang dihimpun, mencampur Pertalite dan Pertamax memang dapat menghasilkan nilai oktan yang lebih tinggi dibanding penggunaan Pertalite murni. Bahkan, dalam beberapa referensi disebutkan bahwa pencampuran dengan komposisi tertentu dapat meningkatkan kualitas pembakaran bahan bakar, Rabu (17/06/2026).

Namun, para ahli mengingatkan bahwa pencampuran yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan berbagai masalah pada mesin kendaraan.

Beberapa risiko jangka panjang yang dapat muncul akibat pencampuran Pertalite dan Pertamax dengan takaran yang tidak seimbang antara lain penumpukan kerak di ruang bakar, kebocoran kompresi mesin, hingga kerusakan pada silinder blok.

Selain itu, pencampuran yang tidak sesuai juga dapat memengaruhi kinerja ECU (Engine Control Unit) dan sensor knocking pada kendaraan modern. ECU berfungsi mengatur waktu pembakaran berdasarkan karakteristik bahan bakar yang digunakan. Ketidaksesuaian kualitas bahan bakar dapat membuat sistem membaca data yang tidak optimal sehingga berdampak pada performa mesin.

Meski demikian, sejumlah sumber menyebutkan bahwa pencampuran Pertalite dan Pertamax dengan komposisi seimbang dapat menghasilkan angka oktan yang lebih tinggi dibanding Pertalite murni. Namun efektivitas dan keamanan praktik tersebut tetap bergantung pada spesifikasi mesin kendaraan yang digunakan.

Dikutip dari catatan yang dipublikasikan melalui mesin.ft.unesa.ac.id, bahan bakar merupakan komponen penting dalam operasional kendaraan bermotor. Di Indonesia, Pertalite dan Pertamax menjadi dua jenis BBM yang paling banyak digunakan masyarakat.

“Namun, ada sebagian masyarakat yang mencoba mencampur kedua bahan bakar ini dengan alasan tertentu, seperti efisiensi biaya, peningkatan performa kendaraan atau alasan lain yang tidak bisa disebutkan,” tulis sumber tersebut.

Exit mobile version