Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahNewsPendidikan

Dari Balik Lapas Jadi Karya Bernilai, Warga Binaan Takalar Kreatif Produksi Lampu Hias

3
×

Dari Balik Lapas Jadi Karya Bernilai, Warga Binaan Takalar Kreatif Produksi Lampu Hias

Sebarkan artikel ini

TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas melalui program pembinaan kemandirian. Salah satu kegiatan yang kini dikembangkan adalah pembuatan kerajinan lampu hias yang dilakukan secara mandiri oleh warga binaan, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan yang bertujuan memberikan bekal produktif dan bernilai ekonomi bagi warga binaan. Dengan memanfaatkan bahan serta perlengkapan yang tersedia, mereka mengolahnya menjadi lampu hias dengan beragam bentuk dan desain.

Banner

Kasubsi Bimbingan Kegiatan Kerja Lapas Takalar, Rizal, mengatakan proses pembuatan lampu hias dilakukan melalui pendampingan, mulai dari persiapan bahan, proses perakitan hingga tahap penyelesaian produk.

“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk mencoba berbagai jenis keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Pembuatan lampu hias ini salah satunya. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan ketelitian dan kesabaran dalam menghasilkan produk yang baik,” kata Rizal.

Menurutnya, pendampingan terhadap kegiatan kerja warga binaan akan terus dilakukan agar kualitas hasil karya semakin baik serta memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ia menegaskan, hasil karya tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya menyasar aspek kepribadian, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kemandirian dan produktivitas warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Melalui kegiatan seperti pembuatan lampu hias ini, kami ingin memberikan ruang kepada Warga Binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan keterampilannya. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Salah seorang warga binaan, Opu, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi sarana untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.

“Bagi kami, kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa belajar keterampilan baru. Kami juga merasa senang ketika melihat bahan yang awalnya biasa saja bisa dibuat menjadi lampu hias yang memiliki bentuk menarik. Semoga keterampilan ini nantinya bisa kami gunakan setelah bebas,” ungkapnya.

Melalui pembinaan berkelanjutan tersebut, Lapas Kelas IIB Takalar berupaya membangun keterampilan warga binaan agar tidak berhenti selama berada di dalam Lapas, tetapi dapat menjadi modal ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *