TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA — Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menggelar rapat rutin mingguan atau Weekly Meeting bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (3/9/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar itu dipimpin langsung Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, didampingi Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin.
Sekretaris Daerah, para Asisten, serta seluruh Kepala OPD turut hadir dalam forum evaluasi tersebut.
Di hadapan jajaran pemerintah daerah, Daeng Manye menegaskan bahwa kinerja birokrasi tidak cukup hanya diukur dari banyaknya program yang direncanakan. Menurutnya, loyalitas dan integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan pemerintahan.
“Loyalitas kepada pimpinan, kepada pemerintahan, dan kepada tugas yang diemban. Tanpa loyalitas yang tulus dan integritas yang kokoh, segala program dan kebijakan yang kita susun tidak akan sampai kepada masyarakat,” tegas Daeng Manye.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan keras bagi seluruh jajaran Pemkab Takalar agar tidak bekerja sebatas menggugurkan kewajiban administratif.
Bupati juga mengingatkan seluruh ASN dan pegawai agar menjaga amanah, bekerja profesional, serta menjauhi berbagai bentuk penyimpangan yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dalam Weekly Meeting tersebut, setiap OPD diwajibkan memaparkan perkembangan kinerja masing-masing secara terbuka. Evaluasi mencakup empat indikator utama, yakni realisasi program dan kegiatan serta penyerapan anggaran, capaian target berdasarkan indikator kinerja, tingkat kehadiran dan kedisiplinan pegawai, serta inovasi pelayanan publik yang sedang maupun telah diterapkan.
Pola evaluasi tersebut menjadi instrumen bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung OPD mana yang bergerak cepat, mana yang masih tertinggal, sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan intervensi segera.
Daeng Manye menegaskan, rapat mingguan tidak boleh berubah menjadi sekadar agenda formal tanpa tindak lanjut.
“Kita harus berani melihat data secara jujur. Jika ada yang tertinggal, segera cari solusinya. Jika ada inovasi yang baik, itu harus terus didorong dan disebarluaskan agar masyarakat Takalar semakin merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia menekankan, setiap laporan kinerja harus berujung pada tindakan nyata. Capaian yang baik harus dipertahankan dan dikembangkan, sementara target yang belum tercapai harus segera dibenahi.
Dengan evaluasi mingguan tersebut, Pemkab Takalar mendorong seluruh OPD untuk bekerja lebih terukur, transparan, disiplin, dan berorientasi pada hasil.
Pesan utama Daeng Manye jelas: loyalitas tanpa integritas tidak cukup, sementara program tanpa hasil hanya akan menjadi angka di atas kertas. Pemerintah harus memastikan setiap kebijakan benar-benar bermuara pada manfaat yang dirasakan masyarakat Takalar.
















